Warga Sungai Kapuas Minta Anggota Dewan Perjuangkan Nasib Air Sungai Kapuas Akibat PETI

Kita harap Pemerintah juga melihat nasib kami yang menggunakan air sungai Kapuas dan hidup di sini

Warga Sungai Kapuas Minta Anggota Dewan Perjuangkan Nasib Air Sungai Kapuas Akibat PETI
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SAHIRUL HAKIM
Seorang pendemo PETI saat menenangkan massanya, supaya tidak melemparkan batu ke gedung DPRD Kapuas Hulu, Selasa (24/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Sahirul Hakim

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Sejumlah warga yang tinggal di pesisir Sungai Kapuas, meminta kepada anggota DPRD Kabupaten Kapuas Hulu, untuk juga memperjuangkan nasib air sungai Kapuas akibat dari PETI itu sendiri.

"Kita harap Pemerintah juga melihat nasib kami yang menggunakan air sungai Kapuas dan hidup di sini. Jangan malah hanya memperjuangkan nasib pekerja PETI saja, tapi harus adil bagaimana nasib kami yang sudah lama terkena dampak dari PETI itu sendiri," ujarnya seorang warga yang tinggal di pesisir sungai Kapuas, Ali Imran, Rabu (25/4/2018).

Menurutnya, semua ada kepentingan perut, baik pihak pekerja emas maupun warga pesisir sungai Kapuas, yang hidup tergantung dengan air sungai Kapuas. "Bayangkan selama ini, produksi ikan air tawar jauh berkurang kalau dibandingkan dengan puluhan tahun yang lalu. Itu semua akibatnya dari PETI tersebut," ucapnya.

(Baca: Ini Lomba yang Hendak Ditaklukkan SMPIT Al Mumtaz Pontianak di Ajang Nasional CDM dan CMT )

Warga lainnya, Thomas juga menyatakan dari sisi lain masyarakat lintas masih bergantungan dengan pekerja emas. Sementara warga sungai Kapuas Hulu, merasa terkena dampak dari PETI, sehingga air sungai Kapuas tak layak lagi di konsumsi dan hasil tangkapan ikan nelayan selalu berkurang," ujarnya.

Maka dari itu diharapkan, Pememerintah untuk adil dan bijaksana melihat persoalan PETI di Kapuas Hulu, jangan sampai ada pihak-pihak yang dirugikan dalam hal tersebut.

"Jujur kami juga sudah jenuh melihat air sungai Kapuas, sudah seperti air susu akibat dari PETI," ungkapnya.

Penulis: Sahirul Hakim
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved