Daniel Johan: Jika Mampu Kembangkan Tanaman Unggulan, Indonesia Naik Kelas
Kita lagi memikirkan sebagai negara tropis. Apa yang menjadi unggulan Indonesia, udah fokus di situ,
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Daniel Johan merupakan anggota DPR-RI yang mewakili rakyat Kalbar, ia adalah anggora legislatif dari Partai PKB daerah pemilihan Kalbar.
Daniel merupakan anggota DPR RI dapil Kalbar yang sangat vokal di senayan terutama dalam menentang kebijakan Menteri Kelautan, Susi Pudjiastuti terkait larangan menggunakan Cantrang bagi nelayan.
Memang ia bukan merupakan anggota DPR RI asal Kalbar yang suaranya terbanyak, tapi ia sangat aktif dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat Kalbar dan ia juga sering muncul di media nasional maupun lokal dalam memberikan pendapatnya.
(Baca: Pertama di Kalbar, Kubu Raya Terpilih Program RIF )
Daniel sekarang merupakan wakil komisi IV yang membidangi masalah Pertanian, Perkebunan, Kehutanan, Kelautan, Perikanan, dan Pangan.
Kini pihaknya tengah menggali tanaman pertanian, maupun perkebunan unggulan Indonesia untuk difokuskan sehingga menjadi penentu dunia.
"Kita lagi memikirkan sebagai negara tropis. Apa yang menjadi unggulan Indonesia, udah fokus di situ," ucapnya Daniel Johan, Rabu (25/4/2018).
Apabila mampu mengembangkan tanaman unggulan Indonesia maka ia yakin Indonesia pasti naik kelas, menjadi penentu dunia.
"Termasuk kopi, palawija, pala, teh, lada dan lainnya atau tanaman yang sulit tumbuh di negara lain tetapi menjadi sangat subur di Indonesia kita harus fokus disitu sehingga kita menjadi penentu dunia," tegasnya.
(Baca: Dor! Polisi Tembak Mati Tersangka Narkoba di Pontianak Timur )
Ia menambahkan akan terus mendorong progam ini, karena saat ini masih sangat kecil sehingga belum bisa berbuat banyak di mata dunia.
"Yang memang bukan produk unggulan Indonesia, ya udah jangan dipikirkan capek-capek. Seperti kedelai , karena alamnya memang tidak cocok dan kita akan sulit bersaing, termasuk bawang putih juga sulit untuk bersaing dengan negara lain," pungkasnya.
