Breaking News

Tiga Dimensi Penting Menyelamatkan Bumi

Pertama adalah unsur biotik. Unsur ini, berkaitan erat dengan makhluk hidup yang ada di bumi mulai dari munisia, hewan, juga tumbuhan.

Penulis: Ishak | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISHAK
Anggota Mata UMP, Chairil (26), berpose saat dijumpai, Senin (23/04/2017). 

Laporan wartawan Tribun Pontianak, Ishak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gaylord Nelson, seorang aktivis lingkungan menggagas Hari Bumi pada 1970 silam. Mengkampanyekan pentingnya menjaga kelangsungan bumi sebagai tempat hidup semua makhluk.

"Gaylord Nelson memandang bahwa kepedulian terhadap lingkungan dan bumi adalah sesuatu yang sangat penting. Gagasan itupun terlihat dari momentum peringatan hari bumi yang dirayakan setiap tahun pada 22 April," ujar ujar Anggota Mata UMP, Chairil (26), Senin (23/04/2018).

Baca: Ajak Jaga Keberlangsungan Bumi, Ini Yang Dilakukan Mapala Khatulistiwa Amik BSI Pontianak

Pria yang pernah menjadi ketua organisasi pecinta alam di lingkungan kampus Universitas Muhamadiyah Pontianak (UMP) periode 2015-2017 inipun menjelaskan. Dalam merawat bumi, setidaknya ada 3 unsur penting.

Pertama adalah unsur biotik. Unsur ini, berkaitan erat dengan makhluk hidup yang ada di bumi mulai dari munisia, hewan, juga tumbuhan.

Adapun unsur ke dua, yakni bagaimana belajar menjaga unsur sosial budaya. Pola interaksi manusia dengan kebudayaan dan antar manusia itu sendiri.

Baca: Aksi Nyata Selamatkan Bumi, Mapala Khatulistiwa Amik BSI Pontianak Kirim Tim Tanam Mangrove

Sedangkan yang terakhir adalah unsur fisik abiotik. "Fisik abiotik ini benda mati yang ada di bumi. Seperti batu tanah dan seterusnya," lanjutnya.

Mahasiswa jurusan perikanan UMP ini mengungkapkan, mengharmoniskan ketiganya menjadi perkara penting dalam upaya merawat bumi. Sehingga keselarasan antara manusia dengan semasa manusia, juga antara manusia dan alam, dapat dilakukan.

"Ketiganya harus harmoni. Sebagai contoh, bagaimana kita selaku manusia menggunakan sumber daya di bumi dengan bijak dan sesuai dengan kebutuhan saja agar tak merusak alam dan sebagainya," pungkasnya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved