ICON+ Gelar Sosialisasi Konsep Pemanfaatan Tiang PLN Untuk Penyelenggaraan TV Kabel

ICON+ juga menyampaikan bahwa fungsi utama tiang listrik PLN adalah dalam rangka distribusi sistem ketenagalistrikan PLN bagi masyarakat.

ICON+ Gelar Sosialisasi Konsep Pemanfaatan Tiang PLN Untuk Penyelenggaraan TV Kabel
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
PT Indonesia Comnets Plus (ICON+) melakukan sosialisasi mengenai Konsep Pemanfaatan Tiang PLN untuk penyelenggaraan Tv Kabel di Mercure Hotel Pontianak pada Selasa (17/4 /2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Bella 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - PT Indonesia Comnets Plus (ICON+) melakukan sosialisasi mengenai Konsep Pemanfaatan Tiang PLN untuk penyelenggaraan Tv Kabel di Mercure Hotel Pontianak pada Selasa (17/04 /2018).

ICON+ mengundang para penyelenggara penyiaran TV Kabel di wilayah Kalimantan Barat dalam acara sosialisasi yang dihadiri juga oleh ketua KPID provinsi Kalbar, Perwakilan PT PLN wilayah Kalbar dan PT Sky LBS Tv sebagai anggota konsorsium penyelenggaraan Layanan IPTV ICON+ (Nano+ TV).

Baca: Bawaslu Kalbar Larang Libatkan Anak Dalam Kampanye 

Dalam acara sosialisasi tersebut ICON+ memaparkan tentang layanan IPTV Nano+ dan konsep open access sebagai konsep model kerjasama pemanfaatan tiang PLN oleh para penyelenggara TV kabel.

ICON+ merupakan anak perusahaan PT PLN (Persero) yang diberi tugas dalam pengelolaan pemanfaatan tiang listrik PLN untuk Telematika. ICON telah memiliki Ijin Pemanfaatan Jaringan (IPJ), di mana sesuai Dengan Peraturan Menteri ESDM No 036 tahun 2013 tentang Tata Cara Permohonan Izin Pemanfaatan Jaringan Tenaga Listrik Untuk Kepentingan Telekomunikasi, Multimedia, dan Informatika setiap pemanfaatan aset ketenagalistrikan untuk fungsi Telematika harus ada IPJ.

Baca: Pemkot Bangun Graha UMKM, Ini Penjelasan Pengamat Ekonomi

ICON+ juga menyampaikan bahwa fungsi utama tiang listrik PLN adalah dalam rangka distribusi sistem ketenagalistrikan PLN bagi masyarakat.

Pemanfaatan untuk Telematika jangan sampai mengganggu penyaluran sistem ketenagalistrikan PLN, karena itu perlu dilakukan pengaturan dan pengelolaan yang baik, salah satunya melalui konsep open access sebagai model sharing Infrastruktur Jaringan.

Pihak penyelenggara layanan seperti Tv Kabel dan ISP cukup bekerja sama untuk menggunakan open access tersebut.

Dalam sambutannya, Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Barat M Syarifudin Budi menyampaikan agar masyarakat yang ingin terlibat dalam usaha jasa layanan tv kabel, mematuhi regulasi yang telah ditetapkan dan menjalin kerjasama dengan pihak yang telah mengantongi ijin resmi.

" Ini pertemuan yang luar biasa, jadi rahmat bagi teman-teman penyedia layanan tv kabel di Kalimantan Barat. Forum ini jadi penting, agar kita bisa berbisnis dan meraih keuntungan tapi tidak merugikan pihak lainnya yaitu PLN, " katanya.

" Yang paling penting, isi siaran ramah anak, tidak melanggar pedoman perilaku penyiaran, agar anak-anak kita memperoleh tontonan yang berkualitas. Bagi pengusaha agar tidak cuma mementingkan aspek bisnis tapi kontrol program juga diutamakan,"  tambahnya.

Untuk selanjutnya ICON+ akan melakukan pendataan kepada para penyelenggara TV Kabel di wilayah Kalimantan Barat, melalui kantor perwakilan ICON+ di Pontianak dan PT. Jaringan Nusantara Plus sebagai Perwakilan Tv Kabel wilayah Kalbar di no hp 085856137443.

Penulis: Rizki Fadriani
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved