Stop Vandalisme di Bukit Jamur!
Beragam sampah terkumpul sepanjang naik dan turun puncak Bukit Jamur Kabupaten Bengkayang.
Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Beragam sampah terkumpul sepanjang naik dan turun puncak Bukit Jamur Kabupaten Bengkayang.
Sampah-sampah itu merupakan bekas guna mereka yang pernah mendaki bukit ini.
Ratusan pemuda Aliansi Peduli Lingkungan Kalbar bersama masyarakat masyarakat serta kepolisian ambil bagian dalam operasi bersih sampah dan stop vandalisme (coret batu alam) di Bukit Jamur Kabupaten Bengkayang, 14 hingga 15 April kemarin.
"Awalnya kita itu hanya mengajak kawan-kawan untuk peduli dengan sampah yang ada di Bukit Jamur dan untuk bersilaturahmi," terang Muhammad Zaen, Ketua Panitia Pelaksana.
Dari rencana itu kemudian disampaikan ke banyak pihak yang kemudian mendapat dukungan.
Jadilah mereka menggelar operasi membebaskan destinasi wisata traveller itu dari sampah.
"Tercatat sekitar 40 lebih organisasi pemuda, Pencinta Alam, Mapala, KPA, Sispala dan Pegiat Alam Bebas dengan Jumlah data kurang lebih 360 orang yang Ikut mensukseskan kegiatan ini," katanya.
Tidak hanya membersihkan sampah yang ada, mereka juga menghapus tulisan-tulisan di batu.
"Batu itu tulisannya macam-macam. Ada nama orang sampai nama daerah juga. Itu kita bersihkan," katanya.
Muhammad Zaen berharap ke depannya tidak ada lagi sampah yang berserakan dan coretan batu di alam.
"Karena alam ini bisa kita sebarkan untuk anak cucuk kita nanti. Buat kawan-kawan yang naik, jangan tinggalkan sampah. Bawa turun sampah dan tidak membawa cat untuk mencoret-coret batu," pesannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/bukit-jamur-kabupaten-bengkayang_20180417_123855.jpg)