Liputan Khusus

Wow, Pasien Sakit Jiwa di Kalbar Capai 5 Ribu Orang

Direktur Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat di Singkawang, Suni menjelaskan, sakit jiwa memiliki tiga tingkatan

Wow, Pasien Sakit Jiwa di Kalbar Capai 5 Ribu Orang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Aktivitas pasien di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat, Jalan Raya Singkawang Bengkayang, Kamis (12/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Direktur Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat di Singkawang, Suni menjelaskan, sakit jiwa memiliki tiga tingkatan, yakni ringan, sedang dan berat. Umumnya pasien yang dirawat mengalami gangguan berat.

Berdasarkan hasil riset kesehatan dasar (Riskesda) tahun 2017, prevelensi gangguan jiwa sekitar 1 persen dari jumlah penduduk.

"Bila dilihat penduduk di Kalbar sekitar 5 juta jiwa lebih. Dilihat dari indikator hasil riset, ada sekitar 5 ribu penderita gangguan jiwa di Kalbar. Dari 5 ribu yang terindikasi gangguan jiwa ini, ada 10 persen yang memang perlu penanganan segera karena masuk pada gangguan berat," ungkap Direktur Rumah Sakit Jiwa Provinsi Kalimantan Barat di Singkawang Suni kepada Tribun, Kamis (13/4/2018).

Menurut Suni, ada sekitar 2.000 masyarakat Kalbar yang sering berkunjung ke RSJ Kalbar. Mereka dilayani oleh petugas, termasuk yang datang berulang kali.

"Kalau menurut catatan rekam medik di tempat kami sudah 6.000-an yang pernah berkunjung ke sini," bebernya.

Baca: 1 Psikiater Tangani 550 Pasien Sakit Jiwa, RSJ Terpaksa Pulangkan Pasien

Data ini merupakan yang terbaru setelah pemuktahiran data yang dilakukan setiap lima tahun sekali. Bila dilihat, setiap hari terjadi peningkatan kunjungan di rumah sakit jiwa. Peningkatan ini, jelas Suni, belum diketahui apakah karena tingkat kesadaran masyarakat di daerah meningkat atau justru tingkat gangguan jiwa masyarakat di Kalbar bertambah karena faktor stres.

Dia menuturkan, orang dengan gangguan jiwa ini umumnya mengalami stres karena akibat faktor ekonomi. Ada juga akibat lingkungan atau pun problem rumah tangga. Banyak faktor sebenarnya yang mempengaruhi.

Baca: Cegah Pasien Menumpuk, RSJ Terapkan Home Visit

"Pasien di sini rata-rata karena sifatnya sudah kronis. Dari dulunya tidak tahu penyebabnya, tiba-tiba dibawa ke sini karena sudah gangguan berat. Ada yang sudah membunuh orang, mencelakai orang, merusak segala rumah orang dan membakar rumah tetangga. Nah itu baru dibawa ke sini," tuturnya.

Ia mengimbau pada pemerintah daerah, ketua RT, dusun dan kepala desa yang ada warganya mengalami gangguan jiwa segera dibawa ke rumah sakit jiwa.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: listya sekar siwi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved