Berita Foto

Lantamal XII Pontianak Gagalkan Penyelundupan Rotan ke Malaysia

KRI Sembilang-850 Satrol Lantamal XII Pontianak Gagalkan Penyelundupan Hampir 100 Ton Rotan ke Malaysia.

Lantamal XII Pontianak Gagalkan Penyelundupan Rotan ke Malaysia - lantamal-xii-pontianak-gagalkan-penyelundupan-rotan-ke-malaysia_20180416_141906.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Prajurit Lantamal XII Pontianak bersenjata lengkap mengawal sejumlah Anak Buah Kapal (ABK) KLM.Putri Setia saat dihadirkan pada Press Conference penangkapan KLM.Putri Setia di Dermaga Lantamal XII, Jalan Komyos Sudarso, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (16/4/2018) siang. Saat melaksanakan patroli disekitar perairan Pulau Datu pada tanggal 7 April 2018,KRI Sembilang-850 Satrol Lantamal XII yang dikomandani Mayor laut (P) Wida Adi Prasetya menangkap KLM.Putri Setia GT 51 karena diduga akan melakukan penyelundupan 94 ton rotan jenis sega, saat ditangkap posisi kapal menuju ke Utara mengarah ke perairan Malaysia.Berdasarkan pengakuan nahkoda KLM.Putri Setia, agar KLM Putri Setia memperoleh surat persetujuan berlayar ( SPB) dari Syahbandar, diberitahukan kapal akan berlayar menuju Jambi, sedangkan tujuan kapal yang sesungguhnya adalah ke Sibu,Malaysia untuk penyelundupan rotan.KLM Putri Setia patut diduga telah melakukan tindak pidana sebagaimana yang diatur UU No.17 tahun 2006 tentang Kepabeanan, pasal 102A huruf a yaitu mengekspor barang tanpa menyerahkan pemberitahuan pabean, pasal 102A huruf e yaitu mengangkut barang ekspor tanpa dilindungi dengan dokumen yang sah sesuai dengan pemberitahuan pabean. Terhadap dugaan tersebut pelaku diancam dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun, paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit Rp 50 juta, paling banyak Rp 5 miliar, KLM Putri Setia juga diduga melanggar UU No.17 tahun 2008 tentang pelayaran. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Lantamal XII Pontianak Gagalkan Penyelundupan Rotan ke Malaysia - lantamal-xii-pontianak-gagalkan-penyelundupan-rotan-ke-malaysia_20180416_141842.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Prajurit Lantamal XII Pontianak bersenjata lengkap mengawal sejumlah Anak Buah Kapal (ABK) KLM.Putri Setia saat dihadirkan pada Press Conference penangkapan KLM.Putri Setia di Dermaga Lantamal XII, Jalan Komyos Sudarso, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (16/4/2018) siang. Saat melaksanakan patroli disekitar perairan Pulau Datu pada tanggal 7 April 2018,KRI Sembilang-850 Satrol Lantamal XII yang dikomandani Mayor laut (P) Wida Adi Prasetya menangkap KLM.Putri Setia GT 51 karena diduga akan melakukan penyelundupan 94 ton rotan jenis sega, saat ditangkap posisi kapal menuju ke Utara mengarah ke perairan Malaysia.Berdasarkan pengakuan nahkoda KLM.Putri Setia, agar KLM Putri Setia memperoleh surat persetujuan berlayar ( SPB) dari Syahbandar, diberitahukan kapal akan berlayar menuju Jambi, sedangkan tujuan kapal yang sesungguhnya adalah ke Sibu,Malaysia untuk penyelundupan rotan.KLM Putri Setia patut diduga telah melakukan tindak pidana sebagaimana yang diatur UU No.17 tahun 2006 tentang Kepabeanan, pasal 102A huruf a yaitu mengekspor barang tanpa menyerahkan pemberitahuan pabean, pasal 102A huruf e yaitu mengangkut barang ekspor tanpa dilindungi dengan dokumen yang sah sesuai dengan pemberitahuan pabean. Terhadap dugaan tersebut pelaku diancam dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun, paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit Rp 50 juta, paling banyak Rp 5 miliar, KLM Putri Setia juga diduga melanggar UU No.17 tahun 2008 tentang pelayaran. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Lantamal XII Pontianak Gagalkan Penyelundupan Rotan ke Malaysia - lantamal-xii-pontianak-gagalkan-penyelundupan-rotan-ke-malaysia_20180416_141927.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Prajurit Lantamal XII Pontianak bersenjata lengkap mengawal sejumlah Anak Buah Kapal (ABK) KLM.Putri Setia saat dihadirkan pada Press Conference penangkapan KLM.Putri Setia di Dermaga Lantamal XII, Jalan Komyos Sudarso, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (16/4/2018) siang. Saat melaksanakan patroli disekitar perairan Pulau Datu pada tanggal 7 April 2018,KRI Sembilang-850 Satrol Lantamal XII yang dikomandani Mayor laut (P) Wida Adi Prasetya menangkap KLM.Putri Setia GT 51 karena diduga akan melakukan penyelundupan 94 ton rotan jenis sega, saat ditangkap posisi kapal menuju ke Utara mengarah ke perairan Malaysia.Berdasarkan pengakuan nahkoda KLM.Putri Setia, agar KLM Putri Setia memperoleh surat persetujuan berlayar ( SPB) dari Syahbandar, diberitahukan kapal akan berlayar menuju Jambi, sedangkan tujuan kapal yang sesungguhnya adalah ke Sibu,Malaysia untuk penyelundupan rotan.KLM Putri Setia patut diduga telah melakukan tindak pidana sebagaimana yang diatur UU No.17 tahun 2006 tentang Kepabeanan, pasal 102A huruf a yaitu mengekspor barang tanpa menyerahkan pemberitahuan pabean, pasal 102A huruf e yaitu mengangkut barang ekspor tanpa dilindungi dengan dokumen yang sah sesuai dengan pemberitahuan pabean. Terhadap dugaan tersebut pelaku diancam dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun, paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit Rp 50 juta, paling banyak Rp 5 miliar, KLM Putri Setia juga diduga melanggar UU No.17 tahun 2008 tentang pelayaran. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Lantamal XII Pontianak Gagalkan Penyelundupan Rotan ke Malaysia - lantamal-xii-pontianak-gagalkan-penyelundupan-rotan-ke-malaysia_20180416_141937.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Prajurit Lantamal XII Pontianak bersenjata lengkap mengawal sejumlah Anak Buah Kapal (ABK) KLM.Putri Setia saat dihadirkan pada Press Conference penangkapan KLM.Putri Setia di Dermaga Lantamal XII, Jalan Komyos Sudarso, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (16/4/2018) siang. Saat melaksanakan patroli disekitar perairan Pulau Datu pada tanggal 7 April 2018,KRI Sembilang-850 Satrol Lantamal XII yang dikomandani Mayor laut (P) Wida Adi Prasetya menangkap KLM.Putri Setia GT 51 karena diduga akan melakukan penyelundupan 94 ton rotan jenis sega, saat ditangkap posisi kapal menuju ke Utara mengarah ke perairan Malaysia.Berdasarkan pengakuan nahkoda KLM.Putri Setia, agar KLM Putri Setia memperoleh surat persetujuan berlayar ( SPB) dari Syahbandar, diberitahukan kapal akan berlayar menuju Jambi, sedangkan tujuan kapal yang sesungguhnya adalah ke Sibu,Malaysia untuk penyelundupan rotan.KLM Putri Setia patut diduga telah melakukan tindak pidana sebagaimana yang diatur UU No.17 tahun 2006 tentang Kepabeanan, pasal 102A huruf a yaitu mengekspor barang tanpa menyerahkan pemberitahuan pabean, pasal 102A huruf e yaitu mengangkut barang ekspor tanpa dilindungi dengan dokumen yang sah sesuai dengan pemberitahuan pabean. Terhadap dugaan tersebut pelaku diancam dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun, paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit Rp 50 juta, paling banyak Rp 5 miliar, KLM Putri Setia juga diduga melanggar UU No.17 tahun 2008 tentang pelayaran. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Lantamal XII Pontianak Gagalkan Penyelundupan Rotan ke Malaysia - lantamal-xii-pontianak-gagalkan-penyelundupan-rotan-ke-malaysia_20180416_142009.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Prajurit Lantamal XII Pontianak bersenjata lengkap mengawal sejumlah Anak Buah Kapal (ABK) KLM.Putri Setia saat dihadirkan pada Press Conference penangkapan KLM.Putri Setia di Dermaga Lantamal XII, Jalan Komyos Sudarso, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (16/4/2018) siang. Saat melaksanakan patroli disekitar perairan Pulau Datu pada tanggal 7 April 2018,KRI Sembilang-850 Satrol Lantamal XII yang dikomandani Mayor laut (P) Wida Adi Prasetya menangkap KLM.Putri Setia GT 51 karena diduga akan melakukan penyelundupan 94 ton rotan jenis sega, saat ditangkap posisi kapal menuju ke Utara mengarah ke perairan Malaysia.Berdasarkan pengakuan nahkoda KLM.Putri Setia, agar KLM Putri Setia memperoleh surat persetujuan berlayar ( SPB) dari Syahbandar, diberitahukan kapal akan berlayar menuju Jambi, sedangkan tujuan kapal yang sesungguhnya adalah ke Sibu,Malaysia untuk penyelundupan rotan.KLM Putri Setia patut diduga telah melakukan tindak pidana sebagaimana yang diatur UU No.17 tahun 2006 tentang Kepabeanan, pasal 102A huruf a yaitu mengekspor barang tanpa menyerahkan pemberitahuan pabean, pasal 102A huruf e yaitu mengangkut barang ekspor tanpa dilindungi dengan dokumen yang sah sesuai dengan pemberitahuan pabean. Terhadap dugaan tersebut pelaku diancam dengan pidana penjara paling singkat 1 tahun, paling lama 10 tahun dan denda paling sedikit Rp 50 juta, paling banyak Rp 5 miliar, KLM Putri Setia juga diduga melanggar UU No.17 tahun 2008 tentang pelayaran. TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA

.

Penulis: Anesh Viduka
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved