Breaking News:

Polisi Tetapkan Satu Tersangka, Pengelola Pantai Akui Tarian Erotis di Acara Komunitas Ini

Terkait adanya tarian erotis oleh tiga wanita berbikini itu, Joko juga dipanggil Polres Jepara untuk dimintai keterangan.

Editor: Jamadin
ISTIMEWA
Pengelola Pantai Kartini, Joko Wahyu Sutejo membenarkan beredarnya video di media sosial terkait tarian erotis yang dilakukan oleh tiga wanita berbikini di lokasinya 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JEPARA - Joko Wahyu Sutejo, Pengelola Pantai Kartini membenarkan beredarnya video di media sosial terkait tarian erotis yang dilakukan oleh tiga wanita berbikini di lokasinya.

Joko mengatakan peristiwa itu terjadi di Pantai Kartini, Sabtu (14/4/2018) kemarin.

Terkait adanya tarian erotis oleh tiga wanita berbikini itu, Joko juga dipanggil Polres Jepara untuk dimintai keterangan.

"Benar memang ada komunitas N-Max yang sedang kumpul. Tapi saya tidak tahu kalau ada tarian erotis. Saat itu saya tidak di lokasi. Saat saya ke lokasi, acara sudah selesai," kata Joko kepada Tribun Jateng, Minggu (15/4/2018).

(Baca: Suntik Imunisasi di Pantat, Beberapa Hari Kemudian Terjadi Hal Tak Diinginkan )

Dia mengatakan, sudah sejak jauh-jauh hari, panitia kegiatan sudah melayangkan surat izin penggunaan Pantai Kartini untuk acara kumpul sesama anggota Komunitas N-Max.

"Di dalam izinnya itu terdapat hiburan hanya organ tunggal. Tidak ada tarian erotis kayak di diskotik. Makanya kami boleh-boleh saja. Kalau tahu ada tari erotis ya pasti kami tidak perbolehkan sebelumnya," katanya.

Joko mengaku telah menjelaskan apa adanya kepada Polres Jepara terkait "insiden" erotis tersebut.

"Karena saya sebagai pengelola. Tapi ya saya sampaikan apa adanya, bahwa sebelumnya tidak dicantumkan hiburan tari erotis," kata dia.

Hingga berita ini diunggah, Polres Jepara telah melakukan pengusutan.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved