MotoGP 2018

MotoGP 2018 - Komentar Menggelitik Legenda MotoGP Soal Konflik Valentino Rossi-Marc Marquez

Insiden antara Marc Marquez dan Valentino Rossi di MotoGP Argentina mendapat banyak komentar dari berbagai pihak.

MotoGP 2018 - Komentar Menggelitik Legenda MotoGP Soal Konflik Valentino Rossi-Marc Marquez
MANAN VATSYAYANA/AFP PHOTO
Pebalap Repsol Honda asal Spanyol, Marc Marquez (kanan), dan pebalap Movistar Yamaha, Valentino Rossi 

Namun, yang paling menyita perhatian banyak orang adalah insiden antara Valentino Rossi dan Marc Marquez.

Gara-gara insiden Termas Clash itu hubungan Rossi dan Marquez yang sebetulnya mulai membaik akibat Sepang Clash pada 2015, kembali membara.

2. Bukan Olahraga Kontak

Legenda MotoGP ini pun ikut bersuara. Kevin Schwantz menganalisis kalau permusuhan Valentino Rossi dan Marc Marquez semakin meningkat gara-gara GP Argentina.

Rider yang pernah membela Suzuki dan juara di kelas 500 cc pada tahun 1993 ini bilang kalau balap motor bukanlah olahlaga kontak.

"Banyak orang yang mengatakan kalau Valentino Rossi marah gara-gara Marc Marquez menyenggolnnya".

"Bukan itu, berusaha mengalahkan seseorang yang lebih hebat dari Anda bukan untuk ajang ini," jelas Kevin Schwantz dilansir Marca.com.

Kalau seseorang ingin lebih baik dari orang yang melaju tepat di depannya.

Maka, orang itu harus lebih baik daripada orang yang ada di depannya.

Lalu temukan cara untuk melewatinya dengan cara yang bersih.

"Saya tidak peduli kondisi seperti apa trek karena itu sama untuk semua orang."

"Dan aku tidak peduli giliran apa itu, termukan cara untuk melewatinya tanpa menghantamnya," tegas Kevin Schwantz.

3. Aturan Jelas

Meski namanya tak melegenda, Sete Gibernau yang merupakan mantan seteru Valentino Rossi, meminta Race Director untuk membuat aturan yang lebih jelas.

Sete Gibernau mengecam kontak fisik antarpembalap yang terjadi di MotoGP Argentina, Senin dinihari (9/4/2018) waktu Indonesia.

Begitu banyak terjadi senggolan pembalap di sirkuit Termas de Rio Hondo yang dirasakan amat berbahaya.

Selain Marc Marquez dan Valentino Rossi, Dani Pedrosa juga menjadi korban usai bersenggolan dengan Johann Zarco.

Belum lagi insiden Aleix Espargaro dan Danilo Petrucci yang juga ramai jadi perdebatan.

Sete Gibernau lantas menuntut MotoGP untuk membuat aturan yang jelas sehingga pembalap nggak sembrono dan lebih memperhitungkan saat manuver atau menyalip lawan.

"Perlu membuat peraturan yang cukup jelas dan mesti duduk bersama serta mengubah segalanya untuk memperbaiki situasi," kata Sete Gibernau dikutip dari Tuttomotoriweb.

"Jika kita menerapkan regulasi ketat, pembalap akan lebih memikirkan tindakan mereka sebelum membuat manuver sembrono," tutur pembalap yang kini menjadi advisor dan mentor Dani Pedrosa.

Penulis: Nasaruddin
Editor: Nasaruddin
Sumber: BolaSport.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved