Awasi Penyebaran Konten Negatif & Hoaks, Diskominfo: Manusia Tidak Bisa Sembunyi

Di ujung manapun, selama menggunakan sinyal dan terdeteksi dengan BTS. Dapat diketahui dalam posisi, waktu koordinat yang tepat

SHUTTERSTOCK
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Kalimantan Barat menegaskan bahwa kemajuan teknologi membuat para pelaku penyebar konten negatif dan hoaks (kabar bohong_red) melalui media sosial tidak bisa bebas beraksi.

Pasalnya, lalu lintas linimasa di dunia maya bisa ditelusuri dan ditracking melalui perangkat teknologi.

“Alat-alat teknologi sekarang membuat manusia di dunia tidak bisa bersembunyi. Di ujung  manapun, selama menggunakan sinyal dan terdeteksi dengan BTS (Base Transceiver Station). Dapat diketahui dalam posisi, waktu koordinat yang tepat,” ungkap Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Provinsi Kalbar Anthony Sebastian Runtu, Minggu (15/4/2018).

Baca: AJI-Google Ajak Masyarakat Pahami Cara Hindari Turut Menyebarkan Hoaks

Khusus konten negatif berbau pornografi, Anthony menambahkan Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) punya alat-alat untuk meng-cloning semua situs itu.

“Sejak dioperasikan, alat atau mesin itu bisa mendeteksi ratusan ribu bahkan jutaan situs berbau pornografi dalam hitungan menit. Beberapa waktu lalu sekitar 700 ribu situs negatif sudah diblokir,” terangnya.  

Anthony menimpali Pemerintah saat ini tengah berupaya meningkatkan kemampuan literasi seluruh elemen masyarakat. Hal ini sebagai antisipasi agar tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban konten-konten berbau negatif dari portal berita online maupun situs beragam lain yang sifatnya provokatif dan menyebarkan hoaks.

“Kalau kita hapus satu situs, tetap akan tumbuh situs-situs baru lainnya. Sebenarnya langkah paling penting adalah menggunakan pendekatan literasi. Itukunci untuk masuk kesemua lini, terutama generasi millenial abad ini,” jelasnya.

Ia menerangkan pengguna smartphone di Indonesia sekitar setengah dari total jumlah penduduk Indonesia.  Anthony mengakui masyarakat tidak hanya bisa berharap kepada pemerintah dalam upaya atasi dampak negatif di dunia digital era kini.

Halaman
12
Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved