Pileg 2019

Caleg Perempuan Jangan Sekadar Penuhi Kuota

Sejumlah aktivis di Kalbar mendorong keikutsertaan para perempuan Kalbar untuk berpartisipasi dalam politik

Caleg Perempuan Jangan Sekadar Penuhi Kuota
Maskartini
Caleg saat hadir dalam acara Yuk Ngobrol Bareng Caleg Perempuan di kawasan Stadion Sultan Syarif Abdurahman Pontianak pada Minggu (30/3/2014)pagi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -Sejumlah aktivis di Kalbar mendorong keikutsertaan para perempuan Kalbar untuk berpartisipasi dalam politik, termasuk dalam proses menjadi Calon Legislatif (Caleg). Selain itu, para aktivis juga terus mendorong peran partai politik (Parpol) untuk meningkatkan kualitas para Caleg perempuan sehingga tak sekedar memenuhi kuota.

Direktur PPSW Borneo, Reny Hidjazi mengakui, masih kurangnya partisipasi perempuan dalam ranah politik. Ia juga menilai, keikutsertaan perempuan dalam politik masih terkesan formalitas.

Namun, pihaknya berupaya tak berdiam diri. Bahkan, sejak Pemilu langsung, pihaknya terus berupaya, baik secara individu, maupun lembaga untuk mendorong dan membantu ibu-ibu terutama kelompok dampingan untuk mengikutkan proses penjaringan Caleg.

"Kalau untuk yang sekarang masih tetap sama, yaitu mendorong ibu-ibu yang kami dampingan dan potensi untuk Caleg. Tetapi, saya mengkritisi situasi sekarang, proses perekrutan para Caleg perempuan masih hanya sebatas pemenuhan kuota 30 persen saja," katanya kepada Tribun, Jumat (13/4).

"Saya tidak melihat kesungguhan para partai untuk menyiapkan dari awal para Caleg perempuannya. Jadi, sangat disayangkan partai tidak secara maksimal mempersiapkan ini," imbuh Reny.

Baca: Catat! Nasdem Ancam Pecat Kader Jika Ada Mahar Proses Rekrutmen Bacaleg

Peluang perempuan, kata dia, sebetulnya ada dan besar. Walaupun, dikatakan, secara konstitusi masih 30 persen saja, khusus di legislatif. Melihat potensi yang dipunyai perempuan, ia menilai berpeluang besar. Menurutnya, perempuan bisa menggunakan hak suara mereka untuk menggalang kekuatan.

"Kita tahu dari angka pemilih suara perempuan lebih besar, sekitar di atas 50 persen. Artinya, ada peluang besar sebetulnya mereka bisa menjadi bagian yang penting untuk dipilih sebagai perwakilan rakyat," tuturnya.

Selain itu, ia menilai potensi tingkat pendidikan yang lebih baik bagi perempuan. Secara akademik, lanjutnya, sudah banyak perempuan yang punya ilmu dan pengetahuan yang cukup di posisi legislatif.

Halaman
123
Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Haryanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved