Ratusan Rumdis Tentara di Singkawang Migrasi Listrik Prabayar

156 rumah dinas tentara dan 66 asrama polisi telah dilakukan penggantian dari kWh meter pascabayar menjadi prabayar

Ratusan Rumdis Tentara di Singkawang Migrasi Listrik Prabayar
TRIBUN FILE/ISTIMEWA
Rumdin dan Aspol di Singkawang melakukan migrasi ke listrik prabayar. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Jajaran TNI dan Polri beralih gunakan listrik prabayar untuk asrama dan rumah dinas di Kota Singkawang.

Sebanyak 156 rumah dinas tentara dan 66 asrama polisi telah dilakukan penggantian dari kWh meter pascabayar menjadi prabayar pada bulan Maret lalu.

Baca: Listrik Prabayar Diharapkan Mampu Kurangi Permasalahan Program Pascabayar

Manager PT PLN (Persero) Rayon Singkawang Kota, Uray Kurnawati, saat ditemui mengungkapkan pihaknya bekerjasama dengan Polres Singkawang dan Kodim 1202 Singkawang untuk memigrasikan 100% rumah dinas di lingkungab TNI dan Polri.

"Sebelumnya kami melakukan sosialisasi tentang kelebihan produk listrik pintar atau listrik prabayar, alhamdulillah jajaran TNI dan Polri sangat mendukung dan meminta segera dilakukan penggantian untuk seluruh rumdis dan aspol di Singkawang," ungkap Uray.

Baca: Allegri Masih Bingung Mengapa Real Madrid Dapat Hadiah Penalti

Kepala bagian sumber daya Polres Singkawang Abdullah Sani menyatakan bahwa listrik prabayar lebih menguntungkan.

"Dulu kalau rumah saya kosong karena ditinggal dinas, tiap bulan saya harus membayar abonemen meskipun saya tidak pakai listriknya. Kalau pakai prabayar ini kan saya bayar yang saya pakai saja," ujar Sani.

Baca: Antisipasi Genangan Air, Dinas PUPR Kota Pontianak Kebut Normalisasi

Perwakilan Sub Denzibang 02-01 Singkawang Sanito mengaku tidak ada biaya yang dibayarkan saat migrasi dari pasca bayar ke pra bayar.

"Saya pikir prosesnya ribet, ternyata tidak sama sekali. Saya cukup siapkan rekening listrik sama KTP dan PLN langsung mengganti kWh meternya," kata Sanito. "Saya hanya perlu membeli token perdana sebesar 20rb untuk saya gunakan sendiri listriknya," tambahnya.

Pihak Polres Singkawang dan Kodim 1202 mengajak masyarakat untuk menggunakan listrik prabayar. Tidak perlu ada ketakutan seperti biaya yang mahal dan pemakaian listrik tiap bulan menjadi lebih boros.

Sanito mengaku tidak mengalami perbedaan pembayaran antara prabayar dan pasca.

"Saya rasa tidak ada bedanya ya, dari sisi tarif per kWh nya juga sama. Bedanya kalau dulu saya bayar rekening setelah pakai, sekarang saya beli dulu baru pakai listriknya. Lebih transparan dan terkontrol, ya," ujarnya. (nin/*)

Penulis: Nina Soraya
Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved