Breaking News

Kebakaran di Siantan

Keluarga Korban Kebakaran dan Damkar Sempat Bersitegang Saat Kebakaran

Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai penyebab perseteruan tersebut, karena kedua belah pihak sudah dibawa pergi dari lokasi.

Penulis: Rizki Fadriani | Editor: Dhita Mutiasari

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Bella

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sempat terjadi keributan antara pihak pemadam kebakaran, dengan keluarga korban saat terjadi kebakaran di Komplek Siantan Permai pada Kamis (12/04/2018).

Saat Tribun tiba di lokasi, warga tampak berkerumun memisahkan dua orang pria yang tampak sedang berseteru adu mulut. 

Baca: Kebakaran Siantan, Rengut Nyawa Pemilik Rumah

Diketahui ternyata satu diantaranya, adalah petugas pamadam kebakaran yang segera diamankan dan dibawa menjauh dari lokasi.

Seorang lagi, adalah abang dari korban yang meninggal dalam kejadian tersebut.

Baca: Korban Kebakaran Siantan Permai Dibawa ke Rumah Duka Yayasan Abadi

"Apa maksud dia bilang gitu, aku dah bilang adek aku ada di dalam.  Dia halangi aku masuk, aku ndak terima dia ngomong gitu, " kata pria yang tidak diketahui namanya itu sambil teriak dan kadang terisak.

Menurut keterangan keluarga korban Abun, pria tersebut tidak terima saat petugas pemadam kebakaran berusaha menghalanginya saat ingin masuk ke ruko yang sedang terbakar.

Sementara ketua RT yang saat itu berada di lokasi kejadian menyampaikan informasi yang berbeda, menurutnya perseteruan terjadi justru karena Damkar merasa dihalangi saat akan mendobrak pagar ruko tersebut.

"Pemadam minta pintu besi dibuka, pemilik keberatan, pemadam marah lah jadi konflik mereka karena petugas Damkar kesal lalu bilang kalau gitu kau matikan sendiri usah minta tolong kami, " kata Maran Marcellinus Aseng ketua RT 02/ RW 32.

Belum ada keterangan lebih lanjut mengenai penyebab perseteruan tersebut, karena kedua belah pihak sudah dibawa pergi dari lokasi.

Sementara para warga dan ketua RT, mengaku tidak mengenal pria tersebut, termasuk korban  yang belakangan diketahui atas nama Atek (38) yang ditemukan tewas dalam keadaan telentang di atas tempat tidur di kamar yang dalam keadaan terkunci.

"Mereka ini tidak pernah melapor ke saya, ntah siapa, berapa orang, sejak kapan, kerja apa.  Kadang saya lihat ada orang kadang tidak ada. Sudah kejadian begini saya baru lihat wajah pemiliknya. Tetapi tadi ditemukan satu orang korban jiwa, " terangnya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved