Pemerintah Harus Ajak Pemuda Jadi Petani Modern

Pemerintah harus menanamkan mindset bahwa bekerja di sektor pertanian lebih besar penghasilannya bila dibandingkan kerja di perusahaan

Pemerintah Harus Ajak Pemuda Jadi Petani Modern
TRIBUNFILE/ISTIMEWA
Anggota DPR RI, Katherine Angela Oendoen berfoto bersama saat reses menyapa langsung para petani di desa Jungkat, Kabupaten Mempawah (02/03/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Prabowo

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian, Agung Hendradi mengatakan pemerintah dinilai masih harus bekerja keras menjaga sektor pertanian.

"Pemerintah harus menanamkan mindset bahwa bekerja di sektor pertanian lebih besar penghasilannya bila dibandingkan bekerja di perusahaan," ungkapnya, Rabu (11/04/2018).

Baca: Jumlah Petani Menyusut, Dewan: Ini Problem Asia Tenggara

Agung menjelaskan penurunan jumlah petani di Indonesia disebabkan lantaran kecilnya minat generasi muda di sektor pertanian. Bahkan, berdasarkan studi yang dilakukan terkahir, anak-anak berusia muda tidak lagi berprofesi sebagai petani di desa.

"Yang menjadi petani adalah orang-orang tua. Anak muda sekarang minatnya sudah kecil berkecimpung di sektor pertanian," terangnya.

Baca: Jumlah Petani Terus Menyusut, Dewan Nilai Akibat Tak Sejahtera

Kenyataan lain, generasi muda di desa lebih memilih urbanisasi ke kota dan mencari peruntungan serta profesi di luar sektor pertanian.

"Mereka (generasi muda_red) masih berpikir bahwa untung di sektor pertanian itu kecil. Kerjanya capek, panas-panasan dan kotor-kotoran di lumpur. Mindset ini mesti diubah. Pertanian itu menjanjikan masa depan lho," imbuhnya.

Baca: Curi Motor di Parkiran Mapolresta, Empat Jam AH Diringkus dan Ditembak

Saat ini pemerintah melakukan berbagai upaya untuk menarik minat generasi muda terjun ke sektor pertanian. Upaya ini sebagai cara agar generasi muda menjadi penggerak pembangunan pertanian.

"Ada empat hal yang diupayakan pemerintah. Pertama, penyediaan fasilitas dan kemudahan bagi anak muda untuk beraktivitas di sektor pertanian. Kedua, penyediaan lahan dan fasilitas sarana produksi. Ketiga, aplikasi teknologi. Keempat, menjamin pemasaran," paparnya.

Baca: Jumlah Kendaraan Tembus Sejuta, MTI Ajak Carikan Solusi Kemacetan

Agung mengakui hingga kini empat upaya yang dilakukan masih belum berjalan maksimal. Ke depan, masih diperlukan strategi-strategi khusus agar sektor pertanian bisa tergarap optimal.

"Pemerintah harus memberi jaminan bahwa tidak akan ada kesulitan yang dialami pekerja dan mobilisasi sarana produksi. Jaminan peningkatan margin yang diterima petanijuga harus dicapai melalui efisiensi produksi," tandasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved