Karyawan Datangi PT CPO Pertanyakan Proses Take Over
Sejumlah karyawan perusahaan Kelapa Sawit PT Charindo Palma Oetama (CPO), mendatangi kantor mereka yang berada di Desa Semuntik.
Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Rizky Zulham
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Alfon Pardosi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Sejumlah karyawan perusahaan Kelapa Sawit PT Charindo Palma Oetama (CPO), mendatangi kantor mereka yang berada di Desa Semuntik, Kecamatan Air Besar pada Rabu (11/4).
Kedatangan para karyawan tersebut bertujuan untuk menanyakan secara langsung, apa kendala pembayaran uang Pengalihan atau take over yang masih terus diundur.
Kedatangan para karyawan tersebut pun dikawal ketat oleh pihak kepolisian, untuk mengamankan aksi para karyawan yang berlangsung di depan kantor PT CPO saat itu.
Baca: Tinjau Pelaksanaan UNBK, Ini Harapan Pj Gubernur Kalbar
General Manager Estate TPS PT CPO M Syahrizal Iwan menyampaikan terima kasih kepada semua karyawan yang telah datang. Serta meminta maaf tidak bisa menyiapkan tempat dan pertemuan di lapangan
"Jadi proses pelaksanaan take over PT CPO ke Perusahaan lain masih dalam proses, belum ada pembatalan pengalihan. Take over prosesnya tetap berlanjut," ujar Syahrizal.
Lanjutnya lagi, sedangkan untuk pembayaran uang pengalihan kepada karyawan akan dilaksanakan apabila proses sudah selesai. "Manajemen belum bisa menentukan tanggal pembayaran," katanya.
Sementara itu Officer Eksternal Afair Plasma (EAP) PT CPO Medi Iskandar mengharapkan kepada seluruh karyawan agar jangan sampai mau mendengar hasutan dari pihak lain.
Karena dengan kondisi seperti ini, pihak perusahaan banyak dirugikan. Seperti buah di jarah secara masal oleh pihak luar. "Kita harap semua karyawan bekerja seperti biasa, sampai proses take over ini dilaksanakan," pintanya.
Kapolsek Air Besar Iptu Elfis Satria Efdi menyampaikan himbauan kepada seluruh karyawan yang berunjuk rasa, untuk menjaga keamanan serta tidak anarkis. Bersama-sama menjaga keamanan agar situasi tetap kondusif.
"Kepada seluruh karyawan agar bersabar menunggu realisasi uang kompensasi yang dijanjikan, dan jangan melakukan tindakan anarkis yang dapat memperkeruh situasi," jelas Kapolsek.
Lanjut Kapolsek, apalagi menjelang Pilkada Gubernur Kalbar 2018 ini. Kita harus tetap bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang kondusif. Karena Perusahaan ini juga milik kita bersama.
"Kepada pihak perusahaan dihimbau untuk komitmen menyelesaikan permasalahan tersebut, jangan dibiarkan berlarut- larut," pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/karyawan-pt-cpo_20180411_182952.jpg)