Jumlah Kendaraan Tembus Sejuta, MTI Ajak Carikan Solusi Kemacetan

Pertumbuhan kendaraan bermotor ini sayangnya, mengalahkan pertumbuhan jalan dan infrastruktur lainnya. Imbasnya, terjadi kemacetan.

Jumlah Kendaraan Tembus Sejuta, MTI Ajak Carikan Solusi Kemacetan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Kemacetan lalu lintas saat akan menaiki Jembatan Landak di Jalan Sultan Hamid II, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (9/4/2018) sore. Setiap menjelang siang maupun sore hari kemacetan disebabkan antrian naik jembatan dan pengendara yang tidak tertib lampu merah di simpang empat Tanjung Hulu tersebut. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

Laporan Wartawan Tribun Pontiana, Syahroni/mg1

TRIBUNPONTIANAK.CO,ID, TRIBUN - Sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Kota Pontianak menjadi barometer. Geliat perekonomian pun berbanding lurus dengan pertumbuhan masyarakat yang ada, termasuk jumlah kendaraan bermotor yang dimiliki.

Pertumbuhan kendaraan bermotor ini sayangnya, mengalahkan pertumbuhan jalan dan infrastruktur lainnya. Imbasnya, terjadi kemacetan di waktu-waktu tertentu mulai dari jalan besar dan protokol.

Baca: Kemacetan Mengular 4 Km Akibat Truk Kontainer Terguling di Parindu

Pakar Transportasi Universitas Tanjungpura, Dr Ing Ir Slamet Widodo MT memaparkan, dari data Badan Pusat Stastik (BPS) mencatat jumlah kendaraan di Kota Pontianak menembus angka satu juta kendaraan, tepatnya 1.023.464 kendaraan.

"Kendaraan tersebut terdiri dari, 921.885 kendaraan roda dua, 62.015 kendaraan ringan (Roda empat), 2.580 bus dan 36.984 kendaraan (angkut) kargo," terang Dr Ing Ir Slamet Widodo MT dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) di ruang sidang utama Fakultas Teknik Untan Pontianak, Rabu (11/4).

Baca: Ini Saran DPRD untuk Urai Kemacetan di Kota Pontianak

Dikatakannya dari empat kategori kendaraan tersebut, kendaraan roda dua menyumbang angka tertinggi dengan 921.885 kendaraan

Menurutnya, jumlah tersebut sungguh menakjubkan. Sebagaimana diketahui saat ini penduduk Kota Pontianak berjumlah 658.457. "Artinya jika hari ini jumlah kendaraan bermotor di Kota Pontianak 921.885, maka jumlah itu satu setengah kali lebih besar dari jumlah penduduk Kota Pontianak," paparnya dalam diskusi.

Dalam FGD para pakar dihadirkan termasuk pihak Dinas Perhubungan Kota Pontianak, Dinas PUPR Provinsi dan lainnya. Diharapkan dalam FGD ini dapat dicarikan solusi guna mengatasi kemacetan hingga penyediaan transportasi umum lainnya.

FGD juga dilaksanakan dalam rangka menindaklanjuti surat mandat dari MTI pusat No 13/pres-MTI/2017, untuk pembentukan MTI Provinsi Kalimantan Barat. Selain itu juga bertujuan untuk mensosialisasikan pembentukan MTI Kalbar kepada masyarakat Pontianak, khususnya Kalimantan barat.

Kegiatan tersebut dibuka langsung Dekan Fakultas Teknik, Dr Rer Nat IR RM Rustamaji MT.

Dalam sambutannya, Rustamaji mengajak peserta untuk bertukar pikiran, ide dan gagasan. Menurutnya untuk menyelesaikan masalah transportasi perlu peran lintas sektoral dan lintas disiplin. "Oleh karenanya MTI bisa menjadi forum stakeholder mewakili masyarakat," ucapnya.

Adapun tema utama yang diangkat oleh MTI Kalbar dalam kegiatan FGD yakni, 'Transportasi Kota Pontianak yakni, Mau Dibawa Kemana.

Pemateri menghadirkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Provinsi Kalimantan Barat, Kepala Dinas Perhubungan Kota Pontianak, Kepala Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Kalimantan Barat, dan akademisi / pakar transportasi Universitas Tanjungpura.

Penulis: Syahroni
Editor: Didit Widodo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved