Pria Ini Ngaku Dianiaya Sejumlah Orang Bertopeng, Ternyata Ini yang Terjadi

Seorang pria harus berurusan dengan Polsek Entikong setelah memberikan laporan palsu.

Pria Ini Ngaku Dianiaya Sejumlah Orang Bertopeng, Ternyata Ini yang Terjadi
TRIBUNFILE/ISTIMEWA
AMT (19) saat berada di Mapolsek Entikong, Minggu (9/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Seorang warga dusun Entikong, Desa Entikong, Kecamatan Entikong, inisial AMT (19) terpaksa harus berurusan dengan Polsek Entikong setelah memberikan laporan palsu.

Namun, yang bersangkutan tidak diproses.

“Untuk sementara kami kembalikan pelaku kepada keluarga guna pengobatan medis, karena pelaku sejak sebulan terakhir bertingkah aneh pasca pelaku jatuh dan kepalanya terbentur. Siang ini rencananya akan dibawa pihak keluarga untuk berobat ke rumah sakit Sirian, ” kata Kapolsek Entikong, Kompol Amin Siddiq, Senin (9/4/2018).

Kapolsek menjelaskan, kronologis kejadian, pada Minggu (8/4/2018) sekira pukul 20.00 Wib, Aggota Polsek Entikong menerima info via telp dari Ustadz Toha bahwa telah terjadi Tindak Pidana Pengeroyokan dan Penusukan terhadap AMT.

“Setelah mendapat informasi tersebut, Anggota Polsek Entikong langsung mendatangi korban yang sudah berada di Masjid Istiqomah Entikong dan membawanya ke Mapolsek guna dilakukan interogasi,” jelasnya.

Baca: BNP2TKI Gelar Sosialisasi Penempatan dan Perlindungan PMI di Sambas

Berdasarkan hasil interogasi yang dilakukan, yang bersangkutan mengaku pada pukul 20.00 Wib di simpang jalan Barusanto telah dikeroyok dan ditusuk oleh empat orang menggunakan pisau, sehingga mengakibatkan baju yang dipakai korban robek dan ini terjadi saat korban pulang dari rumah gurunya yang beralamat di Jalan Barusanto guna mengembalikan flash disc.

“Menurut AMT, ciri-ciri tersangka adalah dua orang laki laki memakai Jaket warna gelap dan dua orang memakai switer dan keempatnya bertopeng, menggunakan dua buah motor yang salah satunya motor vario hitam, ” ujarnya.

Lanjutnya, dan pada saat menikam, pelaku mengatakan kepada korban bahwa ini adalah perintah, tapi korban melawan dan berhasil memukul kedua orang pelaku dan akhirnya keempat pelaku melarikan diri.

Halaman
123
Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved