Breaking News:

Pelapor Sukmawati Mengaku Diancam

Pelapor Sukmawati Soekarnoputri, Denny Andrian Kusdayat mengaku sempat menerima ancaman melalui sambungan telepon dari seorang pria tidak dikenal.

Editor: Haryanto
TRIBUN PONTIANAK/ANESH VIDUKA
Aliansi Umat Islam Kalimantan Barat menggelar aksi damai di bundaran Digulis, Jalan A Yani Pontianak, Kalimantan Barat, Jumat (6/4/2016) sore. Aksi ini mengecam puisi Sukmawati Soekarnoputeri yang di anggap menghina Islam yang dibacakan di Jakarta beberapa hari lalu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Pelapor Sukmawati Soekarnoputri, Denny Andrian Kusdayat mengaku sempat menerima ancaman melalui sambungan telepon dari seorang pria tidak dikenal.

Saat dihubungi Tribun, Denny menceritakan, dari ujung telepon, suara pria itu berencana akan menemui Denny apabila tidak mencabut laporannya.

"Saya ditelepon sekali dengan nada mengancam setelah saya pulang dari Polda Metro Jaya. Dia bilang akan menemui saya dan mengancam apabila saya tidak mencabut laporan," ujarnya, Jakarta, Minggu (8/4/2018).

Baca: Desak Tangkap Sukmawati, Aliansi Umat Islam Kalbar Gelar Aksi Damai

Denny AK yang berprofesi advokat adalah satu dari beberapa pihak yang melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Polda Metro Jaya dan Bareskrim Polri. Dia mempolisikan putri sang Proklamator itu atas tuduhan melakukan penistaan agama terkait puisi "Ibu Indonesia" yang dibacakan dalam sebuah acara fashion di JCC Jakarta beberapa waktu lalu.

Denny menegaskan tidak akan mencabut laporannya atas dugaan penistaan agama yang telah dilakukan oleh anak proklamator tersebut. Kata dia, semua warga negara harus sama di mata hukum. Tidak terkecuali anak Bung Karno.

Meski telah memaafkan Sukmawati, Denny ingin proses hukum laporannya tetap berlanjut.

"Yang proklamator 'kan ayahnya. Dia bukan. Kalau dia sudah melakukan kesalahan, tetap harus diusut sampai selesai. Tidak bisa diberhentikan begitu saja," katanya.

Baca: Demo Kecam Sukmawati, Kapolda Kalbar Puji Aksi Aliansi Umat Islam Tertib

Dirinya mengaku aneh atas sikap Ketua Dewan Pertimbangan MUI, Din Syamsuddin yang meminta agar seluruh pelapor untuk mencabut laporan kasus Sukmawati. Menurutnya, hal itu berbeda 180 derajat dengan sikap Din atas Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved