Citizen Reporter

Cerdas Bermedia, Polsek Ambalau Ajak Pelajar Tolak Berita Hoax

Saya minta adik-adik tidak menerima secara mentah semua informasi atau berita-berita yang di sebar melalui medsos

Cerdas Bermedia, Polsek Ambalau Ajak Pelajar Tolak Berita Hoax
ISTIMEWA
Bhabinkantibmasnya Polsek Ambalau Brigadir Surachwardhi dan Bripda Andi Saputra mengajak pelajar SMAN 1 Ambalau bijak bermedia sosial dengan menangkal berita hoax. 

Citizen Reporter 
Paur Subbag Humas Polres Sintang, Iptu Hariyanto 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Seiring perkembangan jaman, media sosial dalam kehidupan sehari-hari sudah menjadi sebuah kebutuhan di masyarakat, khususnya anak remaja yang akrab dengan perkembangan teknologi. 

Sebab itu, Polsek Ambalau melalui Bhabinkantibmasnya Brigadir Surachwardhi dan Bripda Andi Saputra mengajak pelajar SMAN 1 Ambalau bijak bermedia sosial dengan menangkal berita hoax, Sabtu (7/4/2018) kemarin. 

Media sosial selain memiliki manfaat positif, juga memiliki dampak negatif, karena pada saat ini Medsos bisa digunakan oknum tidak bertanggungjawab menyebarkan hal-hal negati seperti ujaran kebencian dan berita bohong. 

(Baca: Manggala Agni Daops Pontianak Sosialisasikan Pengembangan Wawasan Cegah Karhutla )

Hal ini tentunya dapat menimbulkan keresahan dimasyarakat, dan berujung pada adu domba dan memecah belah persatuan, terutama kepada generasi muda yang notabene berstatus siswa-siswi SMP dan SMA. 

"Saya minta adik-adik tidak menerima secara mentah semua informasi atau berita-berita yang di sebar melalui medsos, apalagi ikut menyebarkan berita Hoax," Brigadir Surachwardhi dalam kesempatan tersebut. 

(Baca: Dari Berbagai Daerah, Peserta Mancing Mania di Kampung Wisata Sentana Capai 1368 Orang )

Kapolsek Ambalau Iptu Oscar Hardyan yang di hubungi via telepon menjelaskan pelaku penyebar berita hoax bisa terancam Pasal 28 ayat 1 UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Berbunyi setiap orang yang dengan sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya bisa terkena pidana maksimal 6 tahun dan denda maksimal satu miliar.

"Maka dari itu saya himbau kepada masyarakat untuk lebih cerdas menggunakan media, jangan mudah percaya pada berita yang belum jelas kebenarannya, apalagi menjadi pelaku penyebar Hoax karena sanksi pidananya jelas," tegasnya.

Penulis: Wahidin
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved