Tahun 2018 Pemkot Pontianak Fokus Bangun Saluran, Kucurkan Anggaran Rp 70 Miliar

"Pembangunan saluran 2018 ini tetap fokus. Terutama dipermukiman, saluran ini tersebar di seluruh kecamatan," tambahnya.

Tahun 2018 Pemkot Pontianak Fokus Bangun Saluran, Kucurkan Anggaran Rp 70 Miliar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Pekerja menyelesaikan pembangunan turap drainase di Jalan Sultan Hamid II, Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (2/11/2017) siang. Proyek normalisasi saluran drainase dengan pembangunan turap tersebut menghabiskan dana hingga Rp 4.207.716.000. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Komitmen Pemerintah Kota Pontianak dalam meningkatkan kualitas permukiman masyarakat, dengan memperkuat sistem sanitasi perkotaan, juga tercermin dari kucuran anggaran yang cukup besar untuk membuat, rehabilitasi dan memperbaiki saluran yang ada.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Pontianak, Amirullah menuturkan jika pembangunan saluran memang menjadi satu diantara fokus pembangunan yang di Kota Pontianak.

Karena peranan saluran sangat penting bagi kelangsungan pembangunan Kota Pontianak kedepan dan saluran juga menjadi satu diantara variable yang dilihat untuk membangun sanitasi perkotaan yang baik.

Baca: Ivan Gunawan Mesra dengan Miss Grand Thailand, Warganet Bandingkan Sama Ayu Ting Ting

"Penataan saluran Kota Pontianak yang merupakan bagian dari komitmen Pemkot melakukan pembangunan sebagai kota seribu parit," ujarnya Amirullah saat diwawancarai, Jumat (6/4/2018).

Ditambahkannya untuk tahun ini Pemkot Pontianak mengucurkan sekitar Rp 70 miliar untuk pembangunan saluran permukiman yang ada di Kota Pontianak. Pembangunan tersebut tersebar di seluruh kecamatan.

"Pembangunan saluran 2018 ini tetap fokus. Terutama dipermukiman, saluran ini tersebar di seluruh kecamatan," tambahnya.

Pemkot juga memperhatikan aspek pemerataan koneksi saluran.

"Anggaran untuk saluran tahun ini besar. Total sekitar Rp 70 miliar. Itu untuk saluran pemukiman di Kota Pontianak dan sumber dananya dari APBD Kota Pontianak," jelasnya Amirullah.

Selain itu pihaknya juga mengusulkan enam saluran primer untuk dinormalisasi pada pemerintah pusat.

Hal itu untuk menjamin sirkulasi dan koneksivitas agar air mengalir lebih lancar.
Enam saluran utama itu adalah Sungai Raya Dalam, Parit H Husein, Parit Bansir, Parit Tokaya, Sungai Jawi, dan Sungai Beliung.

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved