Ini Delik Laporan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Pontianak Kepada Sukmawati Soekarnoputri

Ketiganya melaporkan Sukmawati Sukarnoputri telah melakukan tindak penistaan agama atau penghinaan agama Islam kepada seluruh umat Islam.

Ini Delik Laporan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Pontianak Kepada Sukmawati Soekarnoputri
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Direktur Lembaga Bantuan Hukum Universitas Muhammadiyah (LBH-UM) Pontianak Denie Amiruddin (kiri) menunjukkan surat laporan yang disampaikan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pontianak terkait penistaan agama yang dilakukan oleh Sukmawati Soekarnoputri di Mapolda Kalbar, Rabu (4/4/2018) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Berdasarkan informasi yang Tribunpontianak.co.id himpun, laporan penistaan agama terhadap Sukmawati Soekarno Putri ditandatangani oleh tiga orang, yakni Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pontianak Fadhil Mahdi, Ketua Bidang Hikmah Pimpinan Cabang IMM Pontianak Yuda Pranata dan Koordinator Komisariat Universitas Muhammadiyah Pontianak IMM Romi Ferdian.

Surat itu ditujukan kepada Kapolda Kalbar Cq Dir Reskrimum Polda Kalbar.

Isi surat laporan itu adalah ketiganya melaporkan Sukmawati Sukarnoputri telah melakukan tindak penistaan agama atau penghinaan agama Islam kepada seluruh umat Islam.

Baca: Tim Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Universitas Muhammadiyah Laporkan Sukmawati ke Polda Kalbar

Tindakan penistaan itu terjadi saat acara Pagelaran Busana 29 Anne Avantie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018 di Jakarta Convention Center (JCC), Jalan Gatot  Subroto, Senayan Jakarta Pusat, Kamis (29/3/2018) atau dalam waktu lain di bulan Maret 2018 dan /atau dalam waktu lain di tahun 2018.

Tindakan penistaan terhadap agama Islam dilakukan melalui puisi yang dibacakan dan merupakan karyanya sendiri dengan judul Ibu Indonesia.

Perbuatan itu dilaporkan sebagai suatu perbuatan delik/tindak pidana lantaran ada unsur-unsur dalam rumusan delik yang termaktub di dalam puisi tersebut dengan frasa pertama, “Aku tak tahu Syariat Islam, yang kutau sari konde Ibu Indonesia sangatlah indah lebih cantik dari cadar dirimu...”.

Kemudian frasa kedua, yakni  “Aku tak tahu Syariat Islam, yang ku tahu suara kidung Ibu Indonesia sangatlah elok lebih merdu dari alunan adzanmu...”.

Atas dasar ini, puisi yang dibacakan dan dibuat sendiri oleh Sukmawati Soekarnoputri tersebut telah memenuhi unsur dan melanggar ketentuan yang diatur di dalam Pasal 156a Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) juncto Pasal 16 Undang-Undang (UU) Nomor 40 Tahun 2018 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.

Baca: KPU Sanggau Sampaikan Agenda Debat Cabup Dan Cawabup

Sukmawati Soekarnoputri dianggap menista agama Islam karena dalam puisi itu, Sukmawati membandingkan keindahan konde dengan cadar, serta menganggap jelek suara azan. Pada saat yang sama, Sukmawati mengaku tidak paham dengan syariat Islam.

Sebagai barang bukti, dilampirkan satu keping CD berisi video pembacaan puisi yang dilakukan oleh terlapor yang didapatkan oleh pelapor dari platform media youtube.com

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved