Pemilu

Tatap Pemilu 2019! Gerindra Kalbar Targetkan 20 Persen Suara, Begini Perhitungannya

Ketua DPD Gerindra Kalbar, Suriansyah menargetkan 20 persen raupan suara di pemilu 2019 yaitu dalam hal ini pileg.

Tayang:
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/RIDHO PANJI PRADANA

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua DPD Gerindra Kalbar, Suriansyah menargetkan 20 persen raupan suara di pemilu 2019 yaitu dalam hal ini pileg.

Menurutnya, target itu juga mengacu dari survei terakhir posisi Gerindra ada pada angka 13 persenan.

"Kami terus terang secara umum diseluruh dapil menargetkan 20 persen perolehan," katanya.

Artinya, diterangkan Suriansyah, jika untuk di Provinsi 65 orang anggota, Gerindra mentargetkan 13 kursi, dan secara umum setiap dapil ditargetkan dua kursi kecuali dapil yang tidak terlalu banyak seperti Landak, Singkawang, dan Bengkayang menargetkan satu kursi.

Untuk DPR RI, kata dia, Gerindra Kalbar menargetkan untuk dapil Kalbar 1, dua orang dan Kalbar 2, satu orang yang berarti menargetkan tiga orang.

Baca: Dinilai Merakyat, Sutarmidji Dapat Dukungan Pedagang di Pasar Kapuas Raya

"Kami sudah memperhitungkan angka itu bisa tercapai," terangnya.

Untuk perekrutan bacaleg, dikatakannya jika secara resmi memang belum dilakukan penjaringan dan penyaringan karena masih menunggu Rakornas pada 11 April 2018 ini.

Tetapi, lanjutnya, jika secara tidak resmi sudah, melalui jaringan yang ada, baik internal maupun eksternal telah dilakukan penjaringan bahkan dibeberapa tempat sudah penuh.

Contohnya untuk DPR RI sudah dapat lima bacaleg laki-laki dan satu bacaleg perempuan untuk dapil Kalbar 1.

Lalu untuk di Kalbar 2 baru mendapatkan satu orang bacaleg. Dan penjaringan ini akan dibuka terus hingga bulan Mei 2018 nanti.

"Kemudian penyaringannya, jika pendaftar lebih dari keperluan kursi yang diperlukan maka akan dilakukan evaluasi guna mencari calon terbaik," katanya.

Ia pun mengatakan, pada umumnya Gerindra melakukan penjaringan secara terbuka, tidak hanya untuk internal struktur, sayap maupun badan otonom partai namun juga dari masyarakat luas.

"Jadi kami mencari calon terbaik yang bisa menyuarakan kepentingan rakyat," katanya.

Proses itu, menurutnya, berlangsung lebih kurang dua bulan nantinya.

Baca: Masyarakat Diminta Hati-hati Memilih Produk Makanan yang Dibeli

"Persyaratannya yang utama, bacaleg adalah pemilih Prabowo Subianto. Kedua setia pada Pancasila dan UUD 1945, NKRI serta mampu menyuarakan aspirasi rakyat didaerahnya masing-masing, punya basis massa yang jelas guna mendorong untuk memilih dan punya kemandirian dari segi ekonomi," jelasnya.

Terkait isu mahar, sampai periode 2019 memang belum ada, namun berdasarkan pileg yang lalu, kata dia, hanya mewajibkan para bacaleg memberikan dana administrasi sekitar Rp. 400 ribu dalam artian pemberkasan, fotocopy, materai dan lainnya.

"Untuk nomor urut caleg nantinya, tolak ukur adalah berdasarkan kemampuan untuk meraih suara dan kedudukan di struktur organisasi," terangnya.

Suriansyah pun mengatakan, proses penseleksian bacaleg Gerindra jika untuk tahun lalu melalui internal, misalnya DPRD Provinsi diseleksi dari DPD Gerindra yang menunjuk timsel, begitu juga Kabupaten Kota, sedangkan DPR RI proses seleksinya ditingkat pusat. (dho)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved