Saksi Kedua Benarkan Terdakwa Suhadi Pernah Tarik Uang Rp 1,63 Miliar Di KCP BCA Rahadi Usman

Saksi kedua, Febriani I membenarkan ada penarikan uang tunai sebesar Rp 1.637.000.000 oleh terdakwa Suhadi.

Saksi Kedua Benarkan Terdakwa Suhadi Pernah Tarik Uang Rp 1,63 Miliar Di KCP BCA Rahadi Usman
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Suasana sidang ketujuh perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) ?Pengadaan Alat Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (Alkes RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak Tahun Anggaran 2012 di Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pontianak, Jalan Urai Bawadi, Kota Pontianak, Selasa (3/4/2018) pukul 10:47 WIB. 

Laporan Wartawan Tribun pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Saksi kedua, Febriani I membenarkan ada penarikan uang tunai sebesar Rp 1.637.000.000 oleh terdakwa Suhadi di Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank BCA Rahadi Usman yang beralamat di Jalan Rahadi Usman Nomor 4 Pontianak pada 27 September 2012 lalu.

“Jika melihat tandatangan dan bukti identitas, dana itu diambil oleh Pak Suhadi. Penarikan uang tunai dilakukan di KCP BCA Rahadi Usman pada 27 September 2012 sekitar jam 12:30 WIB. Besaran dananya Rp 1.637.000.000,” ungkapnya saat beri kesaksian pada ketujuh perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) ‎Pengadaan Alat Kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (Alkes RSUD) Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak Tahun Anggaran 2012 di Pengadilan Tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pontianak, Jalan Urai Bawadi, Kota Pontianak, Selasa (3/4/2018) pukul 10:47 WIB.

Baca: Suasana Sidang Ketujuh Ketujuh Tipikor Alkes RSUD SSMA   

Ia mengatakan saat itu dirinya masih menjabat sebagai Costumer Service Officer (CSO). CSO mempunyai tugas diantaranya mencetak transaksi ke buku tabungan, mencetak LLG, mencetak nota debet/kredit, mencetak mutasi harian dan beberapa tugas lainnya.

“Salah satu tugas saya juga meamstikan dana tabungan ditarik oleh orang yang benar dan valid sesuai identitas,” terangnya.

Pada saat terdakwa Suhadi melakukan penarikan tunai melalui buku tabungan di KCP BCA Rahadi Usman, Febriani mengakui dirinya sudah menjalankan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku di perbankan, khususnya Bank BCA.

“Tapi, saya tidak tahu ternyata sebelumnya ada penarikan dalam jumlah besar di KCU BCA Pontianak pada hari dan tanggal yang sama,” katanya.

Baca: 2 Pegawai BCA Akui Terdakwa Suhadi Lakukan Penarikan Rp 4,1 Miliar Pada 27 September 2012

Ia menambahkan lazimnya, data transaksi bisa terlihat di buku tabungan Tahapan BCA model biasa pasca transaksi perbankan. Namun, hal berbeda ketika kategori prioritas yang tidak terlihat.

Hal yang sama juga terjadi ketika akan menelusuri sumber asal dana yang masuk ke rekening. Jika buku tabungan Tahapan BCA model biasa, sumber dana bisa diketahui melalui buku tabungan.

“Kalau untuk tabungan priotitas tidak bisa. Saya hanya mengetahui saldo efektif. Saya tidak tahu darimana asal dana itu masuk ke rekening Pak Suhadi. Saya baru tahu adanya kasus indikasi korupsi ini ketika diperiksa penyidik kepolisian,” tukasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Rizky Zulham
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved