Kepala Desa Banjarsari Kecamatan Kendawangan Dilaporkan Warganya, Kok Bisa?

Kepala Desa Banjarsari Kecamatan Kendawangan, Eryanto Harun dilaporkan beberapa wargnya ke Kepolisian.

Kepala Desa Banjarsari Kecamatan Kendawangan Dilaporkan Warganya, Kok Bisa?
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/SUBANDI
Ketua FPRK, Isa Anshari (baju putih) mendampingi beberapa warga Desa Banjarsari Kecamatan Kendawangan yang melaporkan kepala desa nya ke Mapolres Ketapang, Selasa (3/4). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG – Kepala Desa Banjarsari Kecamatan Kendawangan, Eryanto Harun dilaporkan beberapa wargnya ke Kepolisian.

Warga itu didampingi Ketua Front Perjuangan Rakyat Ketapang (FPRK), Isa Anshari melaporkan Mapolres Ketapang, Selasa (3/4/2018).

Eryanto dilaporkan warganya karena tidak menyalurkan pembayaran uang kompensasi lahan dari PT Gunajaya Ketapang Sentosa Rp 1,5 miliar.

Uang itu sudah dibayarkan kepada Eryanto untuk disalurkan kepada pemilik lahan pada 2013 silam.

“Tapi hingga sekarang uang tersebut belum juga disalurkan kepada kita,” kata satu di antara penerima pembayaran uang ganti rugi lahan atau pemilik lahan itu, H Dagok kepada wartawan saat melapor di Mapolres Ketapang, Selasa (3/4/2018).

Baca: Rekan Kerja Pelaku Pembunuhan di Rojo Royo Kisahkan Prilaku Kesehariannya

Dagok menceritakan khusus lahan miliknya yang mendapatkan kompensasi pembayaran seluas 1.100 hekar. Kemudian ia dan pihak perusahaan ada membuat Berita Acara Kesepakatan Penyelesaian Klaim lahan atas namanya pada 19 Mei 2012.

Menurutnya dalam kesepakatan itu bahwa ganti rugi lahan pola kemitraan 80-20 dengan nilai Rp 500 ribu perhektar.

Sehingga bagiannya ada 80 persen dari total lahan seluas 1.100 hektar dan dikali Rp 500 ribu yang hasilnya Rp 440 juta.

 “Saat saya tanya selama ini terus dijanji-janjikan saja. Sehingga akhir dikatakannya bahwa uang kompensasi itu bukan untuk saya. Jadi saya melaporkan masalah ini karena merasa dirugikan Rp 440 juta yang tidak mau disalurkan Eryanto itu,” ujarnya.

Ia menjelaskan pada hal Eryanto telah menaikkan harga kompensasi lahan tersebut menjadi Rp 1 juta perhektar. Sehingga jika disalurkannya pun Eryanto tetap mendapatkan untuk 50 persen dari total yang dibayarkan pihak perusahaan.

Baca: Rumah Tangganya Dikenal Adem Ayem, Ini Kabar Terakhir Pesinetron Cantik Zora Vidyanata

“Tapi kita tidak uruslah mengenai ia menaikkan harga itu. Hanya saja sudah harganya naik dua kali lipat tapi uang kita pun tidak juga dibayarkannya. Jadi dia itu sudah untung besar bisa dapat ratusan juta ternyata milik kita pun tetap diambilnya,” tuturnya.

Sebab itu ia berharap pihak Polres Ketapang bisa segera menindaklanjuti laporannya. Sehingga bisa mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan dikemuidian hari. “Kalau kita intinya jika dia mau bayar ya sudah permasalahan selesai,” tegasnya. 

Penulis: Subandi
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved