Tolak Realisasi Pembatasan NIK, Pemilik Outlet dan Counter Gelar Aksi Bakar Ribuan Kartu Sim

Ia menambahkan bahwa ribuan kartu-kartu yang dibakar sudah tidak aktif masa berlakunya usai penerapan kebijakan itu.

Tolak Realisasi Pembatasan NIK, Pemilik Outlet dan Counter Gelar Aksi Bakar Ribuan Kartu Sim
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Puluhan masyarakat yang tergabung dalam Asosiasi Outlet Kalbar membakar kartu perdana berbagai provider yang sudah tidak aktif karena lewat registrasi saat aksi damai di Kantor DPRD Kalbar, Senin (2/4/2018) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Kordinator Aksi Damai Asosiasi Outlet Kalbar, Zainu Arifin menegaskan bahwa aksi damai ini merupakan puncak dari keresahan para pelaku usaha outlet dan counter di Kalbar.

“Pembakaran kartu SIM Card berbagai provider ini merupakan bentuk kerugian yang kami alami. Kartu persediaan yang kami bakar ini sudah non aktif dan tidak bisa digunakan lagi saat ini. Karena sejak 1 Maret tidak bisa registrasi. Ini kartu-kartu perdana bula Februari,” ungkapnya kepada awak media saat diwawancarai usai aksi damai penolakan aturan pembatasan 1 Nomor Induk Kependudukan (NIK) untuk 3 kartu perdana di Kantor DPRD Kalbar, Senin (2/4/2018) siang. 

Ia menambahkan bahwa ribuan kartu-kartu yang dibakar sudah tidak aktif masa berlakunya usai penerapan kebijakan itu.

Baca: Mahfud MD: Mungkin Saja Ada Orang yang Pernah Dilindungi Artidjo Alkostar Masuk FPI

Zainu menimpali pembatasan registrasi penggunaan kartu perdana ini jelas merugikan pelau usaha outlet dan counter.

“Jujur, ini kerugian bagi kami. Saya pribadi selaku pelaku usaha sudah rugi hampir Rp 10 juta. Kartu perdana dan kartu paket internet sudah tidak bisa diregistrasi,” katanya.

Hal ini berbeda sebelum ada peraturan pembatasan ini, para pelaku usaha outlet dan counter bisa menjual kartu perdana tanpa identitas valid dan keuntungan penghasilan begitu besar.

Ia menerangkan bahwa para pelaku counter dan outlet menuntut pemerintah untuk menghapus kebijakan pembatasan 1 NIK hanya untuk 3 kartu perdana. Pihaknya menyetujui jika registrasi kartu perdana menggunakan data valid NIK dan Kartu Keluarga (KK). Namun, syaratnya tidak ada pembatasan kartu.

“Kami sih setuju saja kalau pakai NIK. Tapi, jangan dibatasi tiga. Biar tidak merugikan kami,” tandasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved