Citizen Reporter

Era Disruptive Technology Pembangunan Peternakan Perlu Berbenah

Semnas Peternakan Untan menghadirkan Keynote speaker yang hadir dalam Seminar Nasional Peternakan ini adalah Drs. Mahfudz Sidiq, M.Si

Penulis: David Nurfianto | Editor: Tri Pandito Wibowo
ist
Sejumlah Pembicara dalam SEMINAR NASIONAL PETERNAKAN, Sabtu (31/3/2018) 

Citizen Reporter

Duta Setiawan, S.Pt M.S

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Semnas Peternakan Untan menghadirkan Keynote speaker yang hadir dalam Seminar Nasional Peternakan ini adalah  Drs. Mahfudz Sidiq, M.Si selaku anggota komisi IV DPR RI. Komisi yang membidangi masalah pertanian peternakan perikanan dan kehutanan, Sabtu (31/3/2018).

Dalam paparan sebagai keynote speaker Mahfudz Sidiq menyampaikan beberapa point penting dalam Seminar kali ini.

"Peternakan merupakan sektor penting dalam pembangunan sumberdaya manusia Indonesia yang kerap terlupakan oleh pemangku kebijakan maupun oleh masyarakat, " ucapnya.

Mahfudz memaparkan kondisi konsusmsi pangan peternakan dengan konsumsi Nasional.

Baca: 2 Program Unggulan Pusdiklat Green Villa Faperta Untan Bentuk Kompetensi Keprofesian Para Anggota

"Konsumsi daging di Kalimantan Barat masih di bawah hanya 8,8 kg/ kapita/tahun masih minus 1,5 kg/kapita/tahun dibandingkan konsumsi daging Nasional yaitu 8,8 kg/ kapita/tahun. Konsumsi susu di Kalbar juga masih sangat rendah yaitu 0,5 kg/ kapita/tahun bila dibandingkan konsumsi Nasional di posisi 7,2 kg/ kapita/tahun,"katanya.

Pembicara yang lain adalah Direktur SDM Kemendes Drs Priono, M.Sc memaparkan pengembangan peternakan dapat memanfaatkan dana desa (DD) yang bisa dikoordinasikan secara baik dengan pemerintahan desa.

Sementara itu, Wahyudi, S.Pt dari Dinas PPKH Propinsi Kalimantan Barat, mengatakan bahwa Pemerintah propinsi Kalimantan Barat berusaha keras untuk memdukung program Nasional seperti UPSUS SIWAB (upaya khusus percepatan Sapi Indukan Wajib Bunting) dengan mengkoordinasikan dengan tim pelaksana UPSUS SIWAB Kabupaten Kota.

Baca: Lama Menghilang, Melinda Cinta Satu Malam Berhijrah dan Melahirkan Anak Kedua, Siapa Suaminya?

Duta Setiawan, S.Pt M.Si merupakan pembicara terakhir peneliti peternakan UNTAN dengan semangat menyampaikan bahwa data BPS 2017 konsumsi telur nasional masih rendah 94 butir perkapita/ tahun artinya setiap 4 hari sekali rata-rat rakyat Indonesia mengkonsumsi 1 butir telur, Ini sangat berbahaya untuk pembangunan SDM Indonesia, jika dibiarkan makan akan loss generation di negara kita tercinta.

Di era disruptive technology ini anak-anak muda mahasiswa jaman Now harus siap berkompetisi.

Perkembangan teknologi peternakan begitu cepat yang bise diterapkan oleh masyarakat Kalimantan ini, diantaranya teknology perkandangan yang semula open house sekarang sudah mulai close house yang lebih efisien dan menguntungkan karena tidak banyak penyakit dan tidak strees.

Yuk! Follow Akun Instagram @tribunpontianak Berikut Ini:

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved