Mempawah Mangrove Park, Ekowisata Berkonsep Edukasi

Wisata Mempawah Mangrove Park merupakan sebuah wisata berkonsep edukasi yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir.

Mempawah Mangrove Park, Ekowisata Berkonsep Edukasi - mempawah-mangrove-park_20180401_190749.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FERRYANTO
Satu diantara spot di Mempawah Mangrove Park
Mempawah Mangrove Park, Ekowisata Berkonsep Edukasi - fajar_20180401_191031.jpg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FERRYANTO
Fajar selaku ketua Mempawah Mangrove Conservation

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Ferryanto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH- Wisata Hutan Mangrove saat ini tengah digandrungi oleh masyarakat dari berbagai daerah.

Di Kalimantan Barat, Kabupaten Mempawah, bisa di Katakan merupakan pionir Wisata Mangrove yang ada.

Mempawah Mangrove Park, sebuah lokasi wisata hutan Mangrove yang ada di Kabupaten Mempawah. Tepatnya di Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir.

Baca: Wah! Mempawah Mangrove Park Pernah Dikunjungi 4000 Orang Sehari

Fajar selaku ketua Mempawah Mangrove Conservation mengatakan bahwa Mempawah Mangrove Park telah di buka sejak 23 Agustus 2016, dan hingga kini telah tercatat sebanyak 87 ribu orang telah mengunjungi Mempawah Mangrove Park (MMP).

Baca: Nanik: Mangrove Park Pengungkit Daya Tarik Pariwisata di Mempawah

Menurut Fajar, wilayah Mempawah Mangrove Park adalah sebuah wilayah abrasi.

"Dulu, pulau Penibung dan Lokasi Mangrove Park ini adalah satu daratan, namum karena abrasi hilang jalurnya, lalu semenjak 2011, kami bersama masyarakat menanam mangrove, setelah 6 tahun berjalan, saat ini kita berhasil memanfaatkan lokasi ini sebagai kawasan wisata,"paparnya saat di temui Tribun di Mempawah Mangrove Park, Minggu (01/04/2018) siang.

Hingga saat ini sebanyak 45 hektare wilayah Pesisir Desa Pasir, telah berhasil di lakukan Konservasi Mangrove, dan 4 hektare di antaranya di manfaatkan sebagai lokasi Ekowisata.

Ia memaparkan wisata Mempawah Mangrove Park merupakan sebuah wisata berkonsep edukasi yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir.

"Poin pertama dapat mengkampanyekan Mempawah Mangrove, poin kedua menjadikan hutan mangrove ini tempat belajar, poin ketiga hutan mangrove ini dapet dijadikan tempat wisata, dan semuan itu dapat berimbas Meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir,"paparnya.

Ia berharap masyarakat dapat mengetahui bahwa hutan mangrove dapat di manfaatkan dengan konsep yang berbeda.

"Selama ini masyarakat pesisir mengetahui hutan mangrove hanya untuk kayu bakar saja, namun kita mencoba merubah mindset, beberapa mangrove bisa di manfaatkan buahnya, serta ada manfaat lainnya dari mangrove ini,"tuturnya.

Ia mengatakan pihaknya akan terus melakukan kegiatan konservasi, namun pemanfaatan wilayah alam untuk lokasi wisata akan dilakukan secara bertahap.

Penulis: Ferryanto
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved