Breaking News:

Pilgub Kalbar

10 Tahun Cornelis-Christiandy Tak Cukup Selesaikan Infrastruktur, Kata Karolin Jika Jadi Gubernur

Dia mengatakan, jika alih status jalan itu bisa dilakukan, maka pembangunan jalan itu akan menjadi tanggung jawab pemerintah pusat

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Calon Gubernur Kalimantan Barat, nomor urut 2, dr. Karolin Margret Natasa saat melakukan dialog dengan masyarakat Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Calon Gubernur Kalimantan Barat, nomor urut 2, dr. Karolin Margret Natasa mengatakan dirinya akan memperjuangkan penyelesaian infrastruktur jalan yang menghubungkan Kapuas Hulu-Sintang-Melawi. 

"Jalan ini sedang dalam proses alih status dari jalan provinsi menjadi jalan Nasional. Makanya kita akan mendorong percepatan alih status ini, agar proses pembangunan jalan ini bisa lebih maksimal," kata Karolin, saat melakukan dialog dengan masyarakat Kecamatan Belimbing, Kabupaten Melawi, Rabu (28/03/2018) sesuai rilis yang diterima Tribunpontianak.co.id

Baca: Karolin Ungkap Pemekaran Kapuas Raya Sudah Diajukan dan Ditandatangi Pemprov Sejak 2012

Dia mengatakan, jika alih status jalan itu bisa dilakukan, maka pembangunan jalan itu akan menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan anggaran yang diberikan untuk pembangunanya tentu bisa lebih besar.

"Ini bisa kita lakukan karena saya saat menjadi anggota DPR selama dua periode, banyak mengenal pejabat di pemerintah pusat. Ini tentu menjadi modal kita untuk mendapatkan anggaran lebih dari pemerintah pusat, dengan memanfaatkan jaringan yang ada," tuturnya.

Baca: Karolin Ajak Kader dan Simpatisan Lebih Banyak Turun Langsung ke Masyarakat

Terkait banyaknya pembangunan infrastruktur yang belum tuntas di Kalimantan Barat, khususnya di Kabupaten Melawi, Karolin menyatakan dirinya bersama calon wakil Gubernur Kalbar, Suryatman Gidot, siap untuk melanjutkannya.

Karolin memaparkan, pada masa pemerintahan Cornelis-Christiandy memang masih banyak program pembangunan yang belum bisa diselesaikan.

Untuk itu dirinya mengharapkan dukungan dari masyarakat Melawi dan Kalbar agar bisa memberikan kesempatan kepada dirinya dan Suryatman Gidot untuk melanjutkan berbagai program pembangunan yang ada.

"Waktu 10 tahun kepemimpinan Bapak saya di Kalbar sangat singkat, sehingga banyak yang belum bisa diselesaikan dengan kondisi geografis Kalbar yang 6 kali besar dari pulau Jawa ini. Makanya, saya minta dukungan masyarakat agar mendukung saya dan bersama-sama kita melanjutkan program pembangunan yang sudah berjalan ini," tuturnya.

Karolin menyatakan, dirinya tidak ingin berjanji terlalu muluk kepada masyarakat, karena dia tidak ingin nantinya ditagih-tagih oleh masyarakat dan dikatakan sebagai penebar janji palu.

"Saya hanya bisa berjanji, jika dipercayakan masyarakat Kalbar menjadi Gubernur, maka saya akan bekerja keras dan sungguh-sungguh dalam melanjutkan pembangunan yang ada," kata Karolin.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved