Breaking News:

Pj Gubernur Teken Pengunduran Diri Fransikus Ason, Golkar Langsung Ajukan Penggantinya

Partai yang bersangkutan (Golkar) hingga mengajukan kader pengganti Fransiskus Ason ke Gubernur dengan tembusan ke DPP.

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / HENDRI CHORNELIUS
Wakil Ketua DPRD Sanggau, Fransiskus Ason didampingi Anggota DPRD Sanggau, Hendrikus Bambang saat menendang bola pada pembukaan turnamen sepak bola gawai Cup tahun 2017 di desa Kenaman, Kecamatan Sekayam, Kamis (20/4/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Sekretaris DPRD (Sekwan) Kabupaten Sanggau, Burhanuddin menyampaikan bahwa, Pj Gubernur Kalbar, Doddy Riyadmadji, sudah menandatangani pengajuan permohonan pengunduran diri Fransiskus Ason dari Anggota dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sanggau, karena maju sebagai calon Wakil Bupati Sanggau.

“Yang jelas sekarang sudah ada ditandatangani oleh Pj Gubernur Kalbar tentang pengunduran diri itu. Sesuai mekanisme maka akan diajukan oleh partai (pengganti). Kalau saya dengar itu kalau tidak salah adalah pak Hendrikus Bambang dan Pak Sahdan. Tapi itu urusan partai. Maka Sekretariat dewan akan menunggu. Surat dari Gubernur itu diserahkan ke partai, Bupati dan KPU,” katanya, Rabu (28/3/2018).

Dikatakannya, partai yang bersangkutan (Golkar) hingga mengajukan kader pengganti Fransiskus Ason ke Gubernur dengan tembusan ke DPP.

Seharusnya, kekosongan tersebut harus segera diisi.

Baca: Suasana Rombongan Pengujicoba Trayek Indonesia-Malaysia Tiba di Sambas

“Pimpinan itu kan harus dengan SK Gubernur. Dalam Tatib itu tidak boleh ada kekosongan. Makanya sekarang kan ditunjuk Pelaksana tugas sementara Wakil Ketua DPRD, pak Hendirkus Bambang,” jelasnya.

Sekwan menjelaskan, proses pergantian tersebut sebenarnya tidak jauh berbeda dengan proses Pergantian Antar Waktu (PAW) yang sudah-sudah sebelumnya, “Sama seperti PAW pak Haji Suheiri dan pak Umar Dhani,” tuturnya.

Lanjut Sekwan, seharusnya partai bersangkutan yang lebih aktif. Dalam arti merekalah yang mengurus dan mengawal proses tersebut. Sekretariat Dewan hanya sebatas memfasilitasi.

“Jadi begitu menerima surat itu, mereka (pihak partai) harus aktif. Memang ada kewajiban seperti Sekwan melakukan komunikasi, saling mengingatkan. Saya belum lakukan, karena belum ketemu dengan pengurus partai. Sampai sekarang belum ada komunikasi dengan pak Hendrikus Bambang. Golkar ini kan ada dua, pergantian pimpinan dan anggota. Menggantikan pak Ason sebagai Ketua dan sebagai anggota,” pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved