Berita Video

Nasabah Antre Berjam-jam, OJK Minta BRI Gunakan Chip

Migrasi merupakan salah satu penyebab BRI melakukan tindakan yang cukup drastis agar migrasi ini bisa selesai sebelum batas waktu.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Pelaksana Tugas Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), Moch Riezky F Purnomo, mendorong perbankan secepatnya bermigrasi dari kartu debit dengan teknologi pita magnetik (magnetic stripe) ke chip.

Berkaitan dengan kasus yang menimpa BRI, ia mengatakan BRI termasuk bank yang memiliki nasabah pemegang kartu ATM terbesar sekitar 40 juta kartu ATM.

"Sehingga butuh waktu sekitar 8 tahun untuk menyelesaikan proses migrasi. Migrasi dari magnetic stripe ke chip itu aturannya dikeluarkan Bank Indonesia dengan batas waktu 2021. OJK meminta bank-bank untuk mempercepat proses migrasi ini seiring dengan makin merebaknya kasus skimming," ujar Riezky, Selasa (27/3/2018).

Baca: Khawatir Ada Korba Skimming, Dewan Minta BRI Sintang Lakukan Antisipasi Menyeluruh

Ia mengatakan, migrasi merupakan salah satu penyebab BRI melakukan tindakan yang cukup drastis agar migrasi ini bisa selesai sebelum batas waktu.

"Ya karena memang waktunya bersamaan dengan merebaknya kasus skimmer. Sebenarnya bukan pemblokiran tetapi penonaktifan kartu lama untuk diganti dengan kartu baru," ujarnya.

Baca: Sikapi Kejahatan Skimming BRI, Dewan Minta BI dan OJK Cepat Tanggapi Sistem Keamanan

Ia meminta nasabah tidak panik karena pemblokiran dalam rangka migrasi peningkatan keamanan kartu ATM.

"Dimana kartu lama menggunakan teknologi magnetic stripe diganti dengan kartu baru yang menggunakan teknologi chip. Penggantian teknologi ini dapat meningkatkan keamanan kartu ATM dari kejahatan skimming kartu," ungkapnya.

Baca: Video Antrean Pelayanan Nasabah BRI di Sambas Alami Pemblokiran ATM

Halaman
123
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved