Sekda Kalbar Imbau Tiba Pejabat Fungsional Widyaiswara Baru Dilantik Bekerja Profesional

Setiap Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam jabatan dan fungsinya terikat dalam sumpah jabatan

Sekda Kalbar Imbau Tiba Pejabat Fungsional Widyaiswara Baru Dilantik Bekerja Profesional
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ISTIMEWA
Sekda Kalbar, Dr M Zeet Hamdy Assoie, MTM, 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAKSekda Kalbar, M Zeet Hamdy Assovie mengimbau tiga pejabat fungsional Widyaiswara yang baru dilantik di lingkungan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Barat untuk tunjukkan profesionalisme dan bertanggung jawab melaksanakan fungsi pelayanan fungsional sesuai keahlian dan keterampilan yang dikuasai.

"Setiap Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam jabatan dan fungsinya terikat dalam sumpah jabatan," ungkapnya, Selasa (27/3/2018).

Sekda juga meminta para pejabat fungsional tidak jadikan kewajiban mengumpulkan angka kredit sebagai beban. Namun, hal itu harus dijadikan sebagai penghargaan atas pekerjaan.

"Bekerjalah secara ikhlas, tulus dan bening hati. Seluruh pekerjaan yang dilaksanakan bernilai ibadah di hadapan Tuhan. Hidup pun akan menjadi berkah," terangnya.

(Baca: Dinilai Peduli UMKM, Masyarakat Kapuas Hulu Harapkan Karolin Terpilih Jadi Gubernur Kalbar )

Ia menambahkan pengangkatan pejabat Fungsional Widyaiswara melalui penyesuaian atau infassing merupakan amanat Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MENPAN-RB) Nomor 26 Tahun 2016 tentang Pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dalam jabatan fungsional melalui penyesuaian/inpassing.

"Ini sudah dimulai sejak Januari 2017 hingga Desember 2018," katanya.

Pengangkatan pejabat fungsional merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya pengembangan karir Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam jabatan fungsional dan komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar.

Berdasarkan data Biro Organisasi Tahun 2018, jumlah kebutuhan jabatan fungsional Widyaiswara di lingkungan BPSDM yang belum terisi sebanyak 14 formasi. Kekosongan formasi pada fungsional lain yakni sebanyak 4.988 formasi.

"Ini harus dimanfaatkan oleh PNS lainnya, sehingga dapat mengisi kebutuhan jabatan fungsional yang masih kosong tersebut," tukasnya. 

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved