Peluang Partai Garuda Dipileg 2019, Pengamat: Harus Kerja Keras

Pengamat Politik Untan Yulius Yohanes mengungkapkan partai baru merupakan partai pecahan dari beberapa partai yang ada.

Peluang Partai Garuda Dipileg 2019, Pengamat: Harus Kerja Keras
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/RIDHO PANJI PRADANA

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAKPengamat Politik Untan Yulius Yohanes mengungkapkan partai baru merupakan partai pecahan dari beberapa partai yang ada.

Sehingga langkahnya kedepan dalam Pileg agak berat.

Sekarang, partai tersebut adalah partai baru yang mungkin tidak sempat menyampaikan program visi dan misinya kedepan kepada masyarakat, namun tiba-tiba merekrut para bacaleg.

"Terkait adanya isu-isu seperti PKI merupakan persaingan tidak sehat dalam parpol," ujarnya.

Artinya dipesta demokrasi kedepan partai lama merasa dikhianati sehingga ada oknum yang menghembuskan isu-isu mematahkan parpol baru itu sendiri, intinya persaingan politik yang tidak sehat.

Mengenai target dari Partai Garuda, sah-sah saja karena para kadernya mempunyai harapan dan keinginan partai ini akan mendapatkan dukungan, dan juga merupakan isu yang dimainkan dalam berpolitik.

Namun dalam realisasinya, saya katakan untuk mencapai satu kursi persatu dapil berat, karena program partai banyak belum diketahui masyarakat dan walaupun peluang ada harus bekerja keras serta komitmen yang jelas terkait disampaikan partai itu sendiri guna mempengaruhi masyarakat.

Baca: BRI Ganti ATM Terindikasi Skimming

"Saya pikir untuk memunculkan tokoh, dari Partai Garuda harus berjiwa besar untuk memunculkan seseorang yang ditokohkan, untuk memgembangkan Partai Garuda secara nasional, artinya jiwa nasionalisme tokoh menjadi sangat penting," ungkapnya.

Untuk partai baru seperti Garuda menghadapi Pileg 2019, program yang akan ditawarkan pada masyarakat harus realistis, artinya jangan sampai program ini menjadi bumerang bagi parpol jika programnya tidak bisa terealisasi atau offside.

Program itu harus sesuai dengan visi misi presiden dan visi misi gubernur, sehingga ketika untuk menjalankan program yang realistis harus mengikuti visi misi menjadi programnya pemerintah.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved