Video Mesum Sambas

Paksa Sejoli Beradegan Intim Lalu Direkam, Alasannya Diluar Akal Sehat

Pria lajang ini juga mengaku, ia sempat berniat menghapus video yang direkamnya tersebut, namun urung dilakukannya.

Paksa Sejoli Beradegan Intim Lalu Direkam, Alasannya Diluar Akal Sehat
KOLASE/TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Mesum di Sambas 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Pengakuan tiga tersangka tindak pidana pencabulan terhadap anak bawah umur, dalam kasus video persekusi asusila di Paloh, Kabupaten Sambas yang sempat tersebar di media sosial, cukup mengejutkan.

Ketiga tersangka tersebut, DE alias DT(28), RZ (25), HD alias BD (32) kini telah ditahan ditahan di Mapolres Sambas.

Baca: Wow, Pasar Ini Menjual Calon Istri, Gadis Muda Bisa Dibawa Pulang dengan Harga Mulai Rp 3 Jutaan

DE mengakui perbuatannya, merekam video saat menggerebek pasangan AN dan NT di sebuah kawasan di satu desa di Kecamatan Paloh, pada 2015 silam.

Malam itu, DE bersama rekan-rekannya menggerebek AN (yang saat itu masih berusia sekitar 15 tahun) bersama pasangannya, NT tengah berbuat asusila, namun dari hasil penyelidikan kepolisian, pasangan itu tidak sampai melakukan hubungan intim.

"Saya (merekam video) hanya sekadar untuk iseng-iseng saja. Ya secara reflek begitu saja. Tidak ada maksud dan niat lain," ungkapnya yang telah mengenakan baju biru tahanan Polres Sambas, Selasa (27/3/2018).

Baca: 5 Fakta Roy Kiyoshi yang Harus Kamu Tahu, Nomor 2 Bikin Merinding

Pria yang sehari-hari bekerja di gudang ikan ini mengakui, bersama rekan-rekannya mendatangi lokasi pasangan AN dan NT berbuat asusila.

Sesaat setelah mendapatkan informasi aktivitas pasangan tersebut.

Menurut DE, video persekusi hingga perbuatan asusila tersebut, bisa tersebar di media sosial, lantaran telepon seluler miliknya yang digunakan merekam video tersebut, hilang beberapa bulan setelah kejadian.

Sehingga ia tidak mengetahui, siapa pelaku yang menyebarkan video tersebut ke media sosial.

"Handphone saya itu hilang, sekitar dua bulan setelah kejadian. Tidak saya jual, memang hilang. Saya perkirakan hilangnya di Desa Malek," jelasnya.

Baca: Mengerikan, Tanah di Bawah Rumah Amblas Lima Meter, Seorang Pembantu Terperosok Masuk Lubang

Pria lajang ini juga mengaku, ia sempat berniat menghapus video yang direkamnya tersebut, namun urung dilakukannya.

Hingga telepon selulernya hilang, sehingga ia sudah tak bisa lagi menghapus file video asusila tersebut.

"Waktu itu sudah berusaha untuk dihapus, tapi lupa. Jadi ada niat mau menghapusnya, tapi lupa sampai hilang Hp-nya. Video itu pun ndak pernah saya tontonkan ke teman-teman saya," terangnya.

Anak keempat dari lima bersaudara ini mengaku, ia sangat menyesali kejadian ini.

Sedikit pun ia tak menduga, akibat peristiwa tersebut, ia kini harus menjalani proses hukum.

Baca: Ratusan Driver Go Car dan Go Ride Pontianak Meradang Gara-gara Kebijakan PT Gojek Indonesia

"Saya sangat-sangat menyesal. Saya menyesali dan meminta maaf dan tidak akan mengulangi perbuatan yang seperti ini lagi. Serta ingin memperbaiki diri," ujarnya.

DE kemudian menyampaikan permohonan maafnya kepada korban serta kepada seluruh warga Kalimantan Barat.

"Dari pribadi saya, saya memohon maaf sebesar-besarnya untuk semua warga Kalimantan Barat, atas terjadinya hal yang tidak diinginkan tersebut. Dan saya pun merasa banyak menyesali yang telah terjadi ini, dan mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada korban. Tidak akan ada niat lagi untuk mengulanginya," tandasnya. (*)

Subscribe now for more Tribun Pontianak Videos:

Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Marlen Sitinjak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved