Dua Calon Wali Kota Jadi Tersangka KPK, Siapa Dia?

KPK telah menetapkan dua orang tersangka dalam dugaan Tipikor suap pembahasan P-APBD 2015

Dua Calon Wali Kota Jadi Tersangka KPK, Siapa Dia?
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANESH VIDUKA
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Basaria Panjaitan, saat berkunjung ke kantor Tribun Pontianak bersama rombongan, Selasa (27/9/2016). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MALANG - Dua Calon Wali Kota Malang yang akan bertarung di Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang 2018 menjadi tersangka dugaan tindak pidana korupsi (Tipikor). Keduanya adalah Yaqud Ananda Gudban dan M Anton.

Penetapan tersangka pada keduanya diakui satu di antara  Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Basaria Panjaitan dalam keterangan resminya di gedung KPK, Rabu (21/3/2018) sore.

KPK menetapkan 19 orang tersangka baru dalam perkara dugaan Tipikor dalam pembahasan Perubahan APBD Kota Malang tahun anggaran 2015.

KPK menyebut ke-19 orang itu terdiri dari MA (M Anton) Wali Kota Malang periode 2013 - 2018, dan 18 sisanya adalah anggota DPRD Kota Malang periode 2014 - 2019.

(Baca: Pelarangan Mobil Branding Dinilai dapat Menekan Pengeluaran Paslon dan Berantas Korupsi )

Dari 19 nama itulah ada nama Anton dan YAB (Yaqud Ananda Gudban). Anton saat ini non-aktif dari jabatannya sebagai wali kota karena mencalonkan diri sebagai calon wali kota di Pilkada Kota Malang 2018.

Sedangkan Nanda Gudban mundur dari keanggotaan DPRD Kota Malang 2014 - 2019 karena juga mencalonkan diri sebagai calon wali kota Malang 2018.

19 orang ini adalah tersangka baru. Sebab pada 2017 lalu, KPK telah menetapkan dua orang tersangka dalam dugaan Tipikor suap pembahasan P-APBD 2015 yakni mantan Ketua DPRD Kota Malang M Arief Wicaksono dan mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Pengawasan Bangunan Kota Malang Jarot Edy Sulistyono.

Dalam keterangannya, Basaria mengatakan MA selaku Wali Kota Malang diduga memberi hadiah atau janji.

(Baca: JNE Selalu Berupaya Berikan Layanan Prima Pada Konsumen )

Halaman
12
Editor: Jamadin
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved