Masuk Sekolah Keteknikan, Sandra Buktikan Cewek Juga Bisa 'Kotor-kotor'

Sandra Rahamani justru buktikan bahwa perempuan pun mampu bekerja di area yang jauh dari kesan anggun.

Masuk Sekolah Keteknikan, Sandra Buktikan Cewek Juga Bisa 'Kotor-kotor'
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / ISHAK
Siswa Jurusan TBSM SMKN 7 Pontianak, Sandra Rahmadani (19), saat dijumpai, Selasa (20/03/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Ishak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Dunia montir kendaraan bermotor lekat dengan kesan 'kotor-kotor' membuatnya identik dengan kaum adam.

Akibatnya, tak banyak para kaum hawa yang 'bersedia' geluti dunia ini.

Namun tidak bagi Sandra Rahmadani (19). Siswa Kelas XII jurusan Teknik dan Bisnis Sepeda Motor (TBSM) Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 Pontianak ini, justru buktikan bahwa perempuan pun mampu bekerja di area yang jauh dari kesan anggun.

"Memang dunia mekanik sepeda motor itu lekat dengan tumpahan oli dan sebagainya yang jauh dari kesan anggun untuk perempuan. Tapi justru itu bagi saya adalah sebuah tantangan," ujarnya, saat dijumpai, Selasa (20/3/2018).

Baca: Terkait Mobil Branding, Tim Midji-Norsan Nilai KPU Lamban Sosialiasikan

Ia mengungkapkan, banyak pertanyaan muncul dari orang-orang terdekatnya mengenai keputusannya memilih bersekolah di jurusan teknik sepeda motor. Membuktikan bahwa perempuan juga bisa mengerjakan pekerjaan semacam ini, jadi alasannya.

"Bagi saya, teknik kendaraan bermotor itu sangat menantang. Selain itu, yang tak kalah penting juga adalah kesempatan dunia kerjanya juga sangat tinggi," lanjutnya.

Iapun lantas merasa beruntung. Sebab, sekolahnya dipercaya menjadi sekolah kejuruan yang jalankan program Teaching Factory (TeFa) di jurusan teknik sepeda motor dari Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah (Dirjen Dikmen)

Dengan program ini, ia belajar banyak hal tentang prosedur dan standar yang baik dalam menangani servis sepeda motor.

Baca: Video Diduga Telur Palsu, Akun Facebook Jhay Magarinkg Bai Nodo Sebut di Sintang

Sesuai standar industri besar, yang mengedepankan kebersihan, kerapian, dan kualitas kerja yang terukur.

Selain itu, program TeFa yang mengacu ke industri besar juga memungkinkan dirinya lebih mudah masuki dunia kerja. Terutama di pusat servis sepeda motor dari merek - merek ternama dengan jaringan servis yang tersebar luas.

"Targetnya sih bisa masuk kerja dan berkarir ke satu dari jaringan servis dari merek-merek sepeda motor ternama di Indonesia. Seperti AHASS (Astra Honda Station Service) dan sebagainya," pungkasnya.

Penulis: Ishak
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved