Berita Video

Wardah, Komunitas Batik SMKN 3 Pontianak Yang Siap Menghasilkan Pembatik Muda Berbakat

Mereka juga dilatih untuk bisa memberikan ilmunya pada masyarakat umum, terutama dikegiatan rutin Minggu dilokasi Car Free Day

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Anesh Viduka

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK-Melalui komunitas batik Wardah (Wadah kreatifitas Anak-anak Handal), SMKN 3 Pontianak bertekat ingin mengembangkan batik, khususnya batik motif khas Kalimantan Barat.

Komunitas batik Wardah SMKN 3 yang dibina oleh Wasilah Anim ,S.Pd bersama Ratna Budiyati,S.Pd ini selalu melakukan penerimaan anggota komunitas pada awal tahun ajaran baru untuk kelas X, sementara mentornya adalah kelas XI.

Baca: Alasan Mulia Ini Dorong HMJ Perbankan Syariah IAIN Pontianak Out of The Box

"Jadi sebelum mereka (kelas XI) mulai magang adik-adik komunitas baru harus sudah mendapatkan materi pelatihan pembuatan batik tulis, cap dan ikat celup,"Kata Wasilah Anim saat mendampingi siswa-siswi membatik di SMKN 3 Pontianak, Jumat (16/3/2018).

Harapannya agar mereka nantinya mampu mengembangkan usaha kecil menengah tanpa berharap sepenuhnya jadi pegawai negeri sehingga lebih banyak lagi pengusaha muda yang handal yang mampu mengangkat budaya khas Kalimantan Barat terutama melalui karya seni batik tradisional yang kaya akan motif-motif khasnya.

Baca: Tingkatkan Kompetensi Keilmuan, HMJ Perbankan Syariah Fokus 5 Program Intensif Ini

Selain itu,mereka juga dilatih untuk bisa memberikan ilmunya pada masyarakat umum, terutama dikegiatan rutin Minggu dilokasi Car Free Day, hal ini dilakukan dalam mempersiapakan mental dalam menghadapi pameran-pameran, baik tingkat kota, nasional maupun internasional.

Sejak dibentuk pada tahun 2012 silam, komunitas Batik Wardah terus berupaya menanamkan rasa cinta masyarakat terhadap batik khususnya batik dengan motif khas Kalbar agar batik di Kalimantan Barat selalu ada, berkembang dan maju seperti halnya di daerah lain.

Selain dipakai oleh siswa-siswinya sendiri, batik karya siswa-siswi SMKN 3 Pontianak ini juga dipasarkan melalui pameran-pameran dan pada kegiatan rutin yang mereka lakukan setiap hari Minggu yaitu pada Car Free Day.

Pada kesempatan ini mereka melakukan promosi dan memperkenalkan batik SMKN 3 kepada masyarakat umum agar semakin banyak yang mencintai batik dan tahu kalau Kalimantan Barat memiliki banyak pembatik-pembatik muda yang handal yang setiap saat siap menggembangkan batik.

"Kemudian kita pasarkan saat kita di undang pada kegiatan-kegiatan, baik tingkat kota maupun tingkat nasional, pada kegiatan tingkat Internasional juga pernah kita ikuti yaitu event International Borneo Sumpit tahun 2013 silam," Katanya.

"Harapan kami batik Kalimantan Barat semakin berkembang, semoga komunitas dan pengrajin-pengrajin batik di Kalimantan bisa lebih diperhatikan sehingga batik tidak punah," Harapnya.

Hingga kini, Wardah SMKN 3 Pontianak sudah memiliki 25 motif dan 4 di antaranya sudah dipatenkan, yaitu motif kota amoy, motif lidah buaya, lidah buaya bertahta dan motif pakuk Kapuas.

"Kemaren kita usulkan lagi ada 8 motif, kami berharap semua motif yang kami hasilkan disini bisa dipatenkan semua," Kata Wasilah.

Penulis: Anesh Viduka
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved