Ketua PHDI Kalbar: Nyepi Adalah Tonggak Sejarah Menuju Keharmonisan Peradaban Manusia

Jika di Indonesia, gambarannya mengenai bagaimana mewujudkan kebhinekaan menjadi kekuatan membangun Negeri

Ketua PHDI Kalbar: Nyepi Adalah Tonggak Sejarah Menuju Keharmonisan Peradaban Manusia
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID /BELLA ISKHRA
Ketua PHDI Kalbar Ida Sri Resi Dukuh Putra Bandem Kepakisan 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Bella 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Menurut Ketua PHDI KALBAR Ida Sri Resi Dukuh Putra Bandem Kepakisan, dalam perayaan Nyepi Umat Hindu, dua hal yang harus dilihat, pertama terjadinya Nyepi, adalah tonggak sejarah menuju keharmonisan peradaban manusia,  dasarnya adalah damai. 

Karena tahun saka bukan kelahiran Hindu, tetapi tonggak peringatan terhadap Raja Kanishka di India, beliau adalah tokoh yang mampu menghimpun perbedaan di wilayahnya. 

Jika di Indonesia, gambarannya mengenai bagaimana mewujudkan kebhinekaan menjadi kekuatan membangun Negeri, dimana hubungan antar suku, keyakinan dan budaya jadi harmonis. 

(Baca: AS Roma Bertemu Barcelona, Francesco Totti Enggan Sesumbar )

karena jasanya dalam menghimpun persatuan itulah maka, penobatan Raja Kanishka menjadi tahun satu saka pada tanggal 21 Maret tahun 79 Masih, selisih 78 tahun dari tahun Masehi. 

Maka Hari Raya Nyepi adalah, tonggak peringatan terwujudnya keharmonisan antar perbedaan yang ada di suatu negara. 

Kalau kita implementasikan di Indonesia kondisinya hampir sama, kita multikultur, majemuk dan menjunjung kebhinekaan, tinggal bagaimana kita meneladani konsep Raja Kanishka. Tidak melihat berdasarkan asal usul dan perbedaan tapi justru disatukan menjadi kekuatan Nasional. 

Kedua Nyepi jatuh tanggal satu bulan Kedasa atau bulan Waisyak, jadi peringatan tahun baru juga sekaligus memperingati tonggak persatuan. 
 

Penulis: Rizki Fadriani
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved