Jalan Yang Dilalui Kendaraan PT Cargil Merupakan Lahan Masyarakat Yang Dibebaskan

Sebab itu ia menegaskan jalan yang dilalui kendaraan perusahaan saat ini merupakan jasa pihaknya dan masyarakat setempat.

Penulis: Subandi | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ SUBANDI
Ketua BPD Air Upas saat diwawancarai awak media di Ketapang, Kamis (15/3). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Subandi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Terkait aksi masyarakat Desa Air Upas Kecamatan Air Upas menyampaikan beberapa tuntutan kepada PT Cargil.

Di antaranya agar perusahaan tersebut mengutamakan menerima tenaga kerja warga setempat.

Serta memprioritaskan pihak kontrak lokal untuk diberdayakan menangani pekerjaan di perusahaan itu.

Baca: Masyarakat Air Upas Sampaikan Tuntutan Kepada PT Cargil

Baca: Ketua DPRD Melawi Ajak Masyarakat Tidak Golput dan Pilih Pemimpin yang Berkualitas

Anggota Koperasi Serba Usaha Benua Panji Pauh, Reymundus menegaskan tuntutan itu wajar.

Lantaran perusahaan tersebut beroperasi di wilayah Air Upas sehingga harusnya bermanfaat bagi warga setempat. Terlebih pada awal perusahaan masuk warga membebaskan lahannya untuk jalan aktifitas perusahaan itu.

Baca: Aksi Masyarakat Tuntut Perusahaan Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal

Baca: Ketapang Akan Gelar Festival Kopi, Ada Sejumlah Rangkaian Lomba Menarik

"Jadi dahulu itu ketika mau masuk pihak perusahaan meminta-minta lahan masyarakat agar bisa dibebaskan. Termasuk untuk akses jalan kendaraan perusahaan tersebut dan kita koperasi lah membantunya," katanya kepada awak media di Kecamatan Air Upas, Kamis (15/3/2018).

Sebab itu ia menegaskan jalan yang dilalui kendaraan perusahaan saat ini merupakan jasa pihaknya dan masyarakat setempat.

"Jangan semua sudah ada lalu masyarakat dan kotraktor lokal dianak titikan. Sekarang ini malah banyak masyarakat luar yang diterima bekerja di perusahaan itu," ucapnya.

Ia berharap persoalan tuntutan masyarakat Air Upas ini bisa ditanggapi pihak PT Cargil. Sehingga keharmonisan, keamanan dan kenyamanan kedua pihak bisa terwujud. Terlebih selama ini masyarakat Air Upas menurutnya sudah cukup mendukung masuknya perusahaan itu.

"Harapan kita jangan sampai hubungan antara perushaan dan masyarakat setempat tidak harmonis. Sehingga mudah terjadi hal-hal yang tak diinginkan yang bisa merugikan kedua belah pihak," tuturnya. 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved