Marak Kasus Penganiayaan Guru, Disdikbud Sambas Gencarkan Pendidikan Karakter

Jadi sejak awal perencanaan kami ajak stakeholder terkait, bagaimana merumuskan perencanaan kegiatan tahun 2019

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TITO RAMADHANI
Plt Kadisdikbud Sambas, Rasyidin saat rapat Forum Perangkat Daerah bidang Pendidikan dan Kebudayaan, di aula Gedung Keberbakatan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sambas, Jalan Pembangunan, Senin (12/3/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Tito Ramadhani

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Pelaksana tugas (Plt) Kadisdikbud Sambas, Rasyidin mengungkapkan, rapat Forum Perangkat Daerah yang dilaksanakan pihaknya, merupakan tindaklanjut pertemuan seluruh Pimpinan OPD lingkungan Pemkab Sambas, untuk menyongsong Musrenbang kegiatan tahun 2019.

"Hari ini kami khusus bidang pendidikan dan kebudayaan. Nah pendidikan ini kan sesuai dengan amanah Undang-undang itu, tidak hanya pemerintah saja, bagaimana pun juga masyarakat terlibat di dalamnya. Pemerintah di sini juga bukan hanya Dinas Pendidikan, tapi kita juga melibatkan stakeholder yang ada, sebagai contoh Dinas Sosial, Dinas Kesehatan," ungkapnya, usai rapat Forum Perangkat Daerah bidang Pendidikan dan Kebudayaan, Senin (12/3/2018).

Semua stakeholder terkait, diminta pihaknya untuk berpartisipasi dalam perencanaan pembangunan pendidikan.

"Jadi sejak awal perencanaan kami ajak stakeholder terkait, bagaimana merumuskan perencanaan kegiatan tahun 2019," jelasnya.

(Baca: Terungkap! Uang Habis di Tempat Karaoke, Pria Ini Lapor Jadi Korban Perampokan Karena Ini )

Rencana yang sangat aktual dan strategis dalam bidang pendidikan, menurut Rasyidin tentunya sinergis dengan visi misi pembangunan Kabupaten Sambas.

"Strategisnya itu bagaimana visi dan misi Bupati yang harus kita kawal, agar visi dan misi itu lima tahun ke depan tercapai," terangnya.

Satu di antaranya yang strategis menurut Rasyidin, adalah bagaimana meningkatkan Pendidikan Karakter.

"Pendidikan karakter ini kaitannya dengan akhlakul karimah. Maka saya tadi menyampaikan, di Kalbar dalam beberapa waktu terakhir ini, sudah ada dua kasus guru dianiaya oleh siswa atau peserta didiknya. Tentu ini sangat bertolak belakang dengan bagaimana berakhlakul karimah, sehingga pentingnya pendidikan karakter," papar Rasyidin.

Halaman
12
Penulis: Tito Ramadhani
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved