KPK Geruduk Dinas Perizinan Kota Pontianak

Sugeng Basuki menegaskan kedatangan mereka untuk memberikan arahan dan petunjuk

KPK Geruduk Dinas Perizinan Kota Pontianak
TRIBUPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Fungsional Koordinator Wilayah Super Visi dan Pencegahan Kalimantan KPK RI, Sugeng Basuki 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Fungsional Koordinator Wilayah Super Visi dan Pencegahan Kalimantan KPK RI, Sugeng Basuki bersama timnya melakukan kunjungan langsung di Dinas Penanaman Modal, Tenaga Kerja dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTK-PTSP) Kota Pontianak.

Sugeng Basuki menegaskan kedatangan mereka untuk memberikan arahan dan petunjuk, sehingga apa yang dilakukan jika memang baik maka silahkan dilanjutkan jika tidak baik juga dibenahi.

Kedatangan kali ini, juga tak terlepas dari laporan hasil pemetaan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk dinas tersebut sebagai satu-satunya di Kalbar yang menggunakan sistem dan terdapat inovasi-inovasi dalam pelayan untuk mencegah terjadinya ruang atau kesempatan untuk melakukan korupsi.

Baca: Bupati Ketapang Ambil Sumpah Heronimus Tanam Sebagai Penjabat Sekda Ketapang

Ingin membenarkan hal tersebut, maka tim KPK mengunjungi secara langsung dan jika terbukti sistem yang ada akan menjadi percontohan bagi derah lainnya.

Kini DPMTK-PTSP telah menerapkan transaksi administrasi memalui teknologi hal itu dimaksud untuk mengurangi intensitas pertemuan antara petugas dengan pihak yang melakukan perijinan.

"Pesan kami, bahasa singkatnya lewat kedatangan KPK yang khususnya bagian pencegahan ini memberi jimat kepada ASN khususnya di wilayah Pontianak, jimatnya apa mulai sekarang jangan ada lagi yang berani korupsi. Kalau berani siap-siap ditangkap sama saber pungli atau KPK sendiri," ujarnya, Jumat (9/3/2018).

Pihak KPK ini mengapresiasi terkait inovasi yang dilakukan dengan memaksimalkan sistem IT dalam pelayanan.

"Memaksimalkan pelayanan sistem IT ini memang betul, sekarang masyarakat diarahkan untuk pengajuan persyaratan izin lewat IT, aplikasi yang ada di dinas ini masyarakat dengan mudah, nantinya masyarakat setelah mengajukan izin di sini bisa memonitor laporan pengaduan dari gadgetnya," tambahnya.

Baca: Pelatih Tak Ingin Hisar Mawan Gegabah Hadapi Frangky Rohi

Sistem IT yang tak lagi mengharuskan adanya pertemuan langsung ini, disebutnya antara pemohon dan petugas, di sini jadi pemohon dari tempat tidur pun sambil menggunakan gadget bisa monitor dan mencegah terjadinya kongkalikong.

"Tapi kan ini mungkin masih proses dan sekarang belum bisa, mungkin masih ada manual sedikit sekarang dalam rangka pembenahan tata kelolanya. Semacam ini sudah banyak diterapkan di Indonesia, sehingga di tempat lain yang sudah diterapkan baik kita bawa ke tempat lain. makanya seluruh indonesia ini KPK akan datang membenahi tata kelolanya," ujarnya.

Penulis: Syahroni
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved