Yayasan Palung Ajak Pihak Sekolah Berwawasan Lingkungan

Petrus menegaskan kegiatan ini juga sebagai ajang untuk saling berbagi dan komunikasi tentang praktek-praktek terbaik.

Penulis: Subandi | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Panitia dan peserta pelatihan  guru untuk berwawasan lingkungan yang dilaskanakan YP di Kabupaten Kayong Utara (KKU) belum lama ini. 

Mengingat komponen Adiwiyata harus berwawasan lingkungan, pelaksanaan berbasis lingkungan, kegiatan lingkungan berbasis partisifatif dan mendukung sarana pendukung ramah lingkungan.

Pada hari kedua pelatihan, peserta diajak untuk belajar bersama dan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ataupun juga Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dengan harapan hasil dari pelatihan bisa dijadikan buku atau dokumen resmi legal yang juga bisa diintegrasikan di sekolah-sekolah, lebih khusus berwawasan lingkungan.

Selain itu peserta pelatihan guru juga diajak melakukan beberapa praktek yang nantinya akan berguna untuk pembelajaran mengenai lingkungan hidup di sekolah. Diawali dengan praktek mendaur ulang kertas yang dipandu oleh Ranti Naruri dari YP.

Kemudian dilanjutkan dengan praktek membuat Mikro Organisme Lokal (MOL) yang fungsinya sebagai pengurai kompos dan penyubur tanah dipandu oleh Simon Tampubolon dari YP.

Selanjutnya Guru SMPN 1 Seponti, Jarwo memandu praktek membuat pupuk organik bokashi.

Pada hari ketigaya peserta pelatihan diajak untuk melakukan field trip atau kunjungan lapangan pada jalur pendidikan lingkungan di Pantai Pasir Mayang.

Kegiatan di pantai ini adalah belajar bersama membuat kreasi dengan bahan alam dari bahan-bahan yang ada di pantai dan hutan sekitar pantai termasuklah sampah-sampah serta bermain game.

Setelah melakukan kreasi dari bahan alam, mereka melakukan evaluasi dari kegiatan dan menyusun rencana tindak lanjut diantaranya mengintegrasikan lingkungan hidup ke dalam RPP.

“Pelatihan guru ini untuk mendukung sekolah-sekolah yang mempunyai tujuan berwawasan lingkungan baik yang sudah masuk dalam program adiwiyata dan beberap sekolah yang sudah memiliki MoU dengan YP,” kata Mariamah melalui rilis Petrus.

Pertus menambahkan KKU dan Ketapang adalah dua kabupaten yang memiliki sumber daya alam yang kaya. Sehingga harus dimanfaatkan oleh warga sekolah dalam hal ini guru dan murid sebagai sumber pengetahuan dan bahan pembelajaran di sekolah.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved