Yayasan Palung Ajak Pihak Sekolah Berwawasan Lingkungan

Petrus menegaskan kegiatan ini juga sebagai ajang untuk saling berbagi dan komunikasi tentang praktek-praktek terbaik.

Penulis: Subandi | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Panitia dan peserta pelatihan  guru untuk berwawasan lingkungan yang dilaskanakan YP di Kabupaten Kayong Utara (KKU) belum lama ini. 

Serta hambatan dan tantangan mewujudkan sekolah yang berwawasan lingkungan antar sekolah.

Petrus memaparkan ada beberapa kegiatan salama tiga hari pelatihan itu. Pada hari pertama di antaranya fasilitator dari Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Bali, Catur Yudha Haryani memberikan materi dalam pelatihan guru di Tanah Kayong tersebut .

Serta menanyakan kepada peserta terkait apa adiwiyata dan bagaimana penerapannya lewat lingkungan atau pendidikan lingkungan.

Dari diskusi ini terungkap beberapa hal di antaranya program adiwiyata berangkat dari keprihatinan.

Kemudian terkait keadaan lingkungan ancaman seperti banjir, longsor, sampah dan eksploitasi SDA.

Contoh lainnya seperti penggunaan kantong plastik yang sebenarnya sangat berdampak buruk pada lingkungan. Masalah sampah menjadi persoalan yang tidak hanya di sekolah saja tetapi juga di masyarakat.

Persoalan atau kendala sampah, masalah sampah anorganik atau plastik yang belum bisa dimanfaatkan.

Peran guru sangat penting bagaimana merubah prilaku siswa, menanamkan etika dan nilai-nilai. Serta rasa tanggungjawab terhadap lingkungan hidup.

Beberapa persoalan terkait mengapa banyak sekolah yang belum bisa mendapat predikat adiwiyata pun berhasil mereka petakan.

Di antaranya karena belum semua sekolah mampu mengintegrasikan materi lingkungan hidup ke dalam mata pelajaran.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved