Menteri Yohana Serukan Sekarang Waktunya Suara Perempuan Didengar

Menteri Yohana berpesan agar kaum perempuan harus mampu menduduki posisi pengambil keputusan jika suaranya ingin didengar.

Menteri Yohana Serukan Sekarang Waktunya Suara Perempuan Didengar
TRIBUNFILE/ISTIMEWA
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana 

Citizen Reporter
Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI 

Ika

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Dalam rangka menyambut “Hari Perempuan Internasional” yang jatuh pada 8 Maret, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) turut menyerukan bahwa #sekarangWaktunya: Suara Perempuan Didengar.

Menteri Yohana berpesan agar kaum perempuan harus mampu menduduki posisi pengambil keputusan jika suaranya ingin didengar.

Selama ini Pemerintah Indonesia telah berperan dan menyampaikan komitmen dalam forum – forum internasional, seperti dalam Konferensi bertajuk End Violence Solutions Summit di Swedia.

Baca: Cadangan Devisa Turun, BI: Posisi Cadev Cukup Untuk Impor 8,1 Bulan

Pada konferensi tersebut, Indonesia yang diwakili oleh Menteri Yohana berperan sebagai negara model dalam penanganan isu - isu kekerasan pada anak dan perempuan.

Menteri Yohana juga menjadi pembicara dalam forum Fifth Islamic Conference of Ministers in Charge of Childhood mengenai ketahanan keluarga dalam melindungi perempuan dan anak.

Sebelumnya, Menteri Yohana juga menyempatkan diri berkunjung ke Afghanistan untuk menjadi pembicara dalam "Symposium on the Role and Contribution of Afghanistan Women for Peace" pada 15-16 Mei 2017 lalu.

Dalam agenda tahunan konferensi dunia Commission on the Status of Women (CSW), Menteri Yohana menjadi focal point mewakili Indonesia yang pada tahun 2017 mempunyai tema “Women’s economic empowerment in the changing world of works”.

Halaman
12
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved