Hutan Mangrove Jadi Peluang Ekowisata

Managing Director PT Kandelia Alam, Fairus Mulia mengatakan pemanfaatan hasil hutan non kayu memiliki peluang eko wisata.

Hutan Mangrove Jadi Peluang Ekowisata
TRIBUNFILE/ISTIMEWA

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Bella 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Pemanfaatan hasil hutan non kayu memiliki peluang eko wisata.

Hal itu disampaikan Managing Director PT Kandelia Alam, Fairus Mulia dalam partisipan ITTO di kawasan hutan mangrove milik PT Kandelia Alam, Kamis (7/3/2018).

"Seperti yang sudah kami lakukan di PT Kandelia Alam. Bukan hanya prodiksi kayu, tapi eko wisata berupa madu, etanol, kulit kayu yang dijadikan bahan pewarna alami. Banyak hal yg bisa kita manfaatkan dari hasil hutan non kayu," katanya.

Baca: Maju Ketum DPD REI Kalbar, Isnaini Kantongi 70 Persen Dukungan

Perusahaan dengan luas kawasan sekitar 18.000 hektare itu sudah mempraktikkan beberapa potensi selain kayu.

Potensi itu adalah pengembangan kepiting, madu hutan mangrove, etanol, dan lainnya.

Rencananya juga mengembangkan konsep ramah lingkungan lainnya.

"Misalnya bungalow atau rumah apung, kenapa harus manfaatin diluar kalo bisa disini kan gak perlu di darat, soalnya kalo di darat nanti konversi lagi hutannya, " kata Fairus sambil tertawa.

Selama ini, justru banyak turis yang data untuk kunjungan wisata ke sana, mereka tidak hanya berasal dari Indonesia tapi juga dari berbagai negara.

Halaman
12
Penulis: Bella
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved