Pilwako Pontianak

Panwaslu Warning Paslon Agar Tak Libatkan Anak-anak Dalam Kampanye

Ia tegas mengatakan pihaknya akan menilai lebih dalam soal keterlibatan anak ini, karena berdasarkan aturan yang ada

Panwaslu Warning Paslon Agar Tak Libatkan Anak-anak Dalam Kampanye
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / SYAHRONI
Saat Ketua Panwaslu Kota Pontianak Budahri (tengah) diwawancarai awak media. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kota Pontianak, mewanti-wanti setiap pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wakil Wali Kota Pontianak maupun Gubernur dan Wakil Gubernur supaya tak melibatkan anak-anak saat melakukan kampanye.

Ketua Panwaslu Kota Pontianak, Budahri menjelaskan pihaknya memang dalam hal ini belum koordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kalbar.

Baca: Panwaslu Belum Terima Laporan Pelanggaran Kampanye Paslon Pilwako

Ia tegas mengatakan pihaknya akan menilai lebih dalam soal keterlibatan anak ini, karena berdasarkan aturan yang ada, anak-anak tak boleh dilibatkan dalam kampanye.

Namun Panwaslu juga perlu mengkaji lebih dalam jika ada keterlibatan anak saat kampanye apakah mengikuti orangtuanya atau karena hal lainnya.

Baca: Bikin Haru! Anak Pemecah Batu Ini Lulus Polisi, Sujud dan Cium Kaki Ayahnya

"Biasanya itu kebetulan orangtuanya menghadiri acara kampanye dan membawa anak-anak, apakah itu juga masuk pelanggaran itu yang perlu dikaji. Mereka khawatir dan kita juga khawatir kalau dibiarkan di rumah sendiri kalau tak ada yang jaga iti bagaimana, maka kami koordinasi dengan KPAID," ujarnya, Rabu (7/3/2018).

Namun jika pun ikut, Budahri mengucapkan anak tetap tak boleh mengenakan kostum pasangan calon.

Jikalau sebatas ikut karena tidak ada yang jaga segala macam, itu masih bisa ditoleransi oleh Panwaslu.

Dalam pengawasan proses kampanye pasangan calon pilkada tahun ini, dia berharap peran serta masyarakat dan stakeholder lain untuk mengawasi.

Misalnya ketika pasangan calon sedang melaksanakan kampanye terbuka dan pertemuan terbatas, masyarakat di lingkungan sekitar harus turut aktif mengawasi.

" Apakah pasangan calon dalam menyampaikan visi dan misi betul-betul menyampaikan dengan baik. Jangan sampai yang dikampanyekan bentuk SARA, maka peran masyarakat untuk mengawasi juga," pungkasnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved