2018 Perumahan Subsidi Naik, Developer Masih Habiskan Stok Rumah 2017 Lalu

Pembangun perumahan otomatis terhenti karena dengan kenaikan harga Rp7 juta, diakui Mansur banyak spesifikasi yang harus dipenuhi.

2018 Perumahan Subsidi Naik, Developer Masih Habiskan Stok Rumah 2017 Lalu
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Owner Perumahan Kota Raya, Mansur. 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengeluarkan ketetapan kenaikan harga rumah subsidi.

Jika sebelumnya harga perumahan subsidi Rp135 juta dengan adanya kenaikan sebesar Rp 7 juta, Per Januari 2018 harga rumah untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) naik menjadi 142 juta.

Baca: Nekad! Masih Bawah Umur Sudah Terlibat Kasus Curanmor

Namun kabar gembira kenaikan harga rumah yang seharusnya menguntungkan pengembang diakui salah satu pengembang di Kota Pontianak, Mansur developer tidak bisa menaikkan harga rumah akibat terbentur aturan. Akibatnya sejak awal tahun trend penjualan perumahan melamban.

"Sejak awal tahun sampai sekarang kita masih menghabiskan stok pembangunan tahun 2017. Jadi sejak Januari trendnya melamban. Faktornya karena dengan harga baru, spesifikasi juga baru itu yang mempengarahui harga. Makanya harga masih lama, karena berpatokan dengan bahan bangun rumahnya," ujarnya.

Pembangun perumahan otomatis terhenti karena dengan kenaikan harga Rp7 juta, diakui Mansur banyak spesifikasi yang harus dipenuhi.

"Sementara petunjuk tertulis belum turun. Kendala sekarang pembeli ada, hanya kita mau menjual dengan harga masuk atau tidak untuk subsidi. Jika berhenti membangun otomatis ini menjadi kendala dan membuat pangsa pasar sepi. Kendala harga jual tidak memenuhi aturan," ujar Mansur.

Penulis: Maskartini
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved