Pilkada Mempawah
Ramlana Minta Paslon Hindari 3 Poin Ini Saat Kampanye
Menurut Ramlana, ada faktor-faktor yang dapat menyebabkan instabiltas ditengah masyarakat pada proses dan tahapab pilkada.
Penulis: Hamdan Darsani | Editor: Dhita Mutiasari
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hamdan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Pesta Demokrasi atau Pilkada serentak yang sebentar lagi dihelat bukanlah sesuatu hal yang perlu dibesar-besarkan sehingga menyebabkan situasi dan kondusifitas menjadi panas, Selasa (6/3/2018)
Plt Bupati Mempawah Gusti Ramlana mengatakan masa kampanye yang sedang berlangsung saat ini tentunya harus dipahami sebagai bentuk dinamika yang dapat menggugah masyarakat agar dapat selalu berfikir.
Baca: Panwaslu Kota Pontianak Gelar Rakor Terkait Pengawasan Pilkada
"Masyarakat harus dapat menilai dan berfikir dan menentukan pilihanya sendiri," ujarnya.
Menurut Ramlana, ada faktor-faktor yang dapat menyebabkan instabiltas ditengah masyarakat pada proses dan tahapab pilkada.
Baca: Harapan HIPMI Kalbar Untuk Gubernur Terpilih, Dari Kebijakan Hingga Spirit Wirausaha
Pertama, yakni politik identitas. Menurut ramlana, politik identitas yang mengarah pada suku, agama, dan konsep putra daerah.
"Hal itu jangan sampai terjadi dan dilakukan oleh paslon maupun simptisan dan pendukungnya," ujarnya.
Kedua, black campaign. Para pendukung atau tim sukses paslon hendaknya tak malakukan kampanye hitam untuk membunuh karakter para rivalnya. Bersainglah dengan sportif dengan mencitrakan program kerja dan visi misi.
"ketiga adalah soal money politik, seluruh paslon harus menghindari hal tersebut. Ketiga poin-poin tersebut harus disadari betul oleh para tim sukses agar tak dilakukan sehingga pesta demokrasi berjalan lancar," ujarnya.
Ia meminta proses kampanye yang dilakukan dapat memberikan pendidikan demkrasi terbaik untuk masyarakat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/gusti-ramlana_20180306_113806.jpg)