FGD FKUB Kalbar, Ketua MUI Pusat Ajak Jaga Keberlangsungan NKRI

“NKRI harus dijaga. Kan sayang jika sudah susah-susah dibangun, lalu mau dihancurkan. Apalagi hanya karena Pilkada yang sementara,” katanya.

FGD FKUB Kalbar, Ketua MUI Pusat Ajak Jaga Keberlangsungan NKRI
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIZKY PRABOWO RAHINO
Ketua MUI Pusat, Prof Dr KH Maruf Amin (tengah duduk kopiah hitam plus sorban putih) berfoto bersama seluruh hadirin usai Focus Group Discussion (FGD) bertema Pemilukada Kalbar Damai 2018 No Hoax dan No Isu Sara di Hotel Orchardz Pontianak, Jalab Gajahmada, Kota Pontianak, Kamis (1/3/2018). (Pra) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kalimantan Barat menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema Pemilukada Kalbar Damai 2018 No Hoax dan No Isu Sara di Hotel Orchardz Pontianak, Jalab Gajahmada, Kota Pontianak, Kamis (1/3/2018).

Baca: Pj Gubernur Kalbar Sambut Positif Aplikasi SIJAPTI Bagi ASN

Turut hadir diantaranya Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat sekaligus Rais AmmPB Nahdlatul Ulama (NU) Prof Dr KH Maruf Amin, Tokoh Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) Pusat Pastor Agustinus Ulahayanan, Penjabat Gubernur Kalbar Doddy Riyadmadji, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Kalbar H Ridwansyah, Ketua FKUB Kalbar Dr Ismail Ruslan, tokoh-tokoh lintas agama, Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) keagamaan, Organisasi Kepemudaan (OKP) keagamaan dan kemahasiswaan.

Baca: Pj Gubernur Kalbar Sambut Positif Aplikasi SIJAPTI Bagi ASN

Ketua MUI Pusat, Prof Dr KH Maruf Amin menerangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdiri berdasarkan dua titik temu yakni Pancasila dan Piagam Jakarta. Dua titik temu dan kesepakatan ini harus dijaga oleh seluruh rakyat Indonesia.

“Dua titik temu itu melahirkan kesepakatan bahwa keberagaman sangat dijunjung tinggi. Dua titik temu itu adalah nilai-nilai toleransi,” terangnya.

KH Maruf Amin menambahkan diperlukan perjuangan tidak mudah untuk mendirikan NKRI.

NKRI terbentuk berdasarkan kesepakatan para ulama dan para pejuang kesuma bangsa.

“NKRI harus dijaga. Kan sayang jika sudah susah-susah dibangun, lalu mau dihancurkan. Apalagi hanya karena Pilkada yang sementara,” katanya.

Halaman
12
Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved