Terkait Stunting, Ketua IDI: Ancam Usia Harapan Hidup

Kemudian, jika si anak sudah keburu lahir, harus dari awal dideteksi apakah si anak beresiko stunting atau tidak

Terkait Stunting, Ketua IDI: Ancam Usia Harapan Hidup
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MADROSID
dr Berli Hamdani 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua IDI Kalbar dr Berli Hamdani mengatakan stunting adalah kondisi gizi kronis pada anak-anak, terutama pada balita, yang mengakibatkan gagal tumbuh. Sehingga tinggi badan si anak tidak sesuai dengan umur. Kenapa ini menjadi masalah, adalah karena ini berkaitan dengan kualitas hidup seorang anak.

Kemudian, hal ini juga akan mengurangi daya tahan tubuh si anak penderita stunting. Sehingga cenderungnya akan lebih mudah sakit. Selain itu, proses perkembangan kepandaiannya juga akan tidak terlalu baik.

Bahkan, karena relatif lebih mudah sakit, berkemungkinan besar bisa mengancam usia harapan hidup si anak tersebut. Usia harapan hidupnya akan jadi lebih pendek.

Ini jelas masalah yang sangat besar. Terlebih bagi Kalbar yang punya persentase penderita stunting sangat tinggi ini. Bahkan stunting juga termasuk dalam prioritas pembangunan nasional untuk upaya pemberantasannya.

Harus dilakukan berbagai upaya komprehensif agar upaya pencegahan stunting bisa optimal. Tidak hanya dari sisi kesehatan saja, tapi semua sekto pendukung lain

Ada beberapa upaya yang bisa dibuat untuk mencegah stunting. Paling konkrit adalah, perlu diupayakan peningkatan gizi, terutama pada ibu hamil.

(Baca: Ribuan Warga Padati Jalan Diponegoro, Ternyata Ada Atraksi Ini )

Kemudian, jika si anak sudah keburu lahir, harus dari awal dideteksi apakah si anak beresiko stunting atau tidak. Sehingga bisa dikoreksi berdasarkan permasalahan kesehatan masing-masing anak.

Jika si anak sudah besar dan berpotensi stunting, dapat diberikan pelayanan supaya mendapatkan asupan gizi yang cukup. Sehingga paling tidak mencukupi kebutuhan untuk membuat tubuh si anak tetap sehat.

Stunting bisa dikendalikan. Karena itu, kesadaran masyarakat juga sangat diperlukan. Khusus di Kalbar yang tercatat punya kasus stunting sangat tinggi sekali ini, harus diubah pola fikir di rumahtangga tiap-tiap masyarakat. Tidak boleh lagi mengonsumsi makanan tak bergizi, terutama untuk anak-anak balita dan ibu hamil.

Halaman
12
Penulis: Ishak
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved