DPW PSI Kalbar Beberkan Alasan Diikut Sertakannya Akademisi di Seleksi Bacaleg

Proses perekrutan Bacaleg, kata dia, akan berbeda dengan partai lain yang tentu menjadi diferensiasi.

DPW PSI Kalbar Beberkan Alasan Diikut Sertakannya Akademisi di Seleksi Bacaleg
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIDHO PANJI PRADANA
Ketua DPW PSI Kalbar, Moch Sabi'in. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua DPW PSI Kalbar, Moch Sabi'in membeberkan alasan diikut sertakannya akademisi dalam seleksi Bacaleg 2019.

Menurutnya, setelah pengumuman dan pencabutan nomor urut partai tentunya PSI sudah mempersiapkan langkah-langkah strategis terkait dengan persiapan perekrutan Bacaleg PSI diamanahkan oleh partai dan kini masuk gelombang kedua.

Baca: Jadi Tim Seleksi Bacaleg PSI Kalbar, Begini Kata Dua Akademisi Untan

Proses perekrutan Bacaleg, kata dia, akan berbeda dengan partai lain yang tentu menjadi diferensiasi.

"Kita menggunakan timsel, penguji yang berlatar belakang akademisi, praktisi termasuk aktivis NGO dan sebagainya yang konsen dua isu besar PSI. Dua isu yang jadi bendera perjuangan PSI adalah anti korupsi dan intoleransi," katanya, Rabu (28/02/2018).

Baca: DPW PSI Kalbar Gandeng Akademisi Seleksi Bacaleg 2019

Tentunya dari PSI, lanjutnya, berharap ada bacaleg dari putra putri terbaik Indonesia, untuk membangun politik dan demokrasi yang lebih baik untuk Indonesia khususnya Kalbar.

"Hari ini di internal PSI Kalbar seluruh pengurusnya akan mengukuti proses pencalegan dan kita membuka gelombang kedua untuk khalayak ramai," terangnya.

Ia pun mengatakan, siapa yang dinilai mempunyai kebaikan, mempunyai komptensi, integritas dengan dua isu yang jadi perhatian diajak dan diundang untuk mengusung demokrasi lebih baik dan bersih.

"Untuk persyaratan tentu khususnya terdaftar sebagai anggot partai, harus dibekali artikel bertajuk anti korupsi dan intoleransi dan tidak ada persyaratan secara khusus," bebernya.

Sejauh yang memang sudah dilakukan dan dihitung, dikatakannga PSI Kalbar menargetkan diangka 5-7 persen.

"Untuk 2019 kita memandang bahwa hari ini PSI satu-satunya partai anak muda, mencoba membangun pada basis dan lini komunitas termasuk akademisi dan lainnya. Hal ini didorong agar benar-benar bisa berpolitik secara bersih," pungkasnya.

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved